TUTORIAL

Tampilkan postingan dengan label ひまわりの日. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ひまわりの日. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

Cerita-cerita Ramadhan #3, Niji Tanoshikatta

Bismillah...

Ramadhan tahun ini menyisakan momen yang sangat menyenangkan. Akhirnyaa saya jadi ikut bukber Niji 07 pemirsaah, humm ada yang masih ingat dengan cerita ini?? Cerita-cerita Ramadhan #2, Hujan di Hari Niji. Itu 3 tahun lalu saat saya tidak jadi ikut bukber bersama dikarenakan hujan yag begitu lebat.

....o0o....

Dua hari sebelumnya, seorang kawan datang, sebut saja ia Miss US (umm bukan united state ya hehehe). Dia datang dengan tujuan mulia yaitu mengambil paket titipan di rumahku wkwkwk. Saat itu saya sedang tidak berpuasa karena you know lah wanita, dan saya makan di hadapannya. Eh cerita apa ini hahaha, Saya persingkat saja di waktu magrib tiba saat ia akan pulang ia pun menyandera novel baruku dan saya mesti datang bukber kalau mau mengambilnya (-_-"). Well memang rada-rada aneh alasannya tapi biarlah, sekali-sekali ikut kumpul-kumpul tak papa, wong sudah beberapa tahun lamanya saya tidak bertemu mereka semua. Buat saudari US arigatoo.. 

Tibalah di hari Sabtu 11 Juni 2016. Siang hari itu sungguh panas dan saya yang memiliki banyak orderan flanel ini jadi berpikir banyak lagi untuk ikut atau tidak. Fiuh sori kalau saya plin-plan. Jam 2 saya mesti pergi berjualan dulu di depan Indomaret, fufufu di sana banyak jualan kue dan es buah Mamaku. So, saya arubaito (baca; kerja part time) di tempat Mama saya sendiri hahaha. Setelahnya barulah saya berangkat menuju lokasi janjian. 

05.00, saya baru tiba dan konyolnya saya tidak tau tepatnya lokasi janjian itu. Yah saya memang bukan anak mal-mal, tempat belanja yang paling saya hapal ya cuma Pasar Sentral Makassar. Setelah call via Line berkali-kali bertemulah saya dengan sahabatku, Ani. Dia membawa anaknya, Amirah, yang masih juga takut melihatku setelah beberapa kali bertemu. Bergandengan bersamalah kami ke sana. Tempatnya dekat dengan XXI Mp, tapi saya bahkan lupa nama tempatnya sekarang. Sebelum ke sana, kami curhatan dulu beberapa menit. Tepat saat akan buka puasa baru kami masuk. 

Amirah dan Bundanya
kangen dengan kalian semua
Para emak dan babynya sudah pada berkumpul. Si Lucu Hani dan si gemes Kenzi akhirnya kutemui juga, tapi sayang tidak ada satupun yang mau digendong olehku. Humm apa saya terlalu seram ya. Saya gemes sekali dengan Hani, lucu-lucu imut dan aktif sekali. Mau nyubit tapi saya takut dihajar emaknya hehehe. Anak-anak memang selalu lucu ya.

Di sana tempatnya bagus, nyaman kursi dan penataanya buat anak-anak juga, tapi tetap saya yang kurang merasa nyaman berada di sana hehehe. Dan juga faktor ketidaknyamanan lainnya adalah sulit sekali memesan makanan. Kami beberapa kali dilewati terus sama waiternya tanpa ditanyakan apapun soal makanan yang akan kami pesan. Padahal tidak begitu banyak orang. Ngambek dong kita, humm karena tidak semua makanan yang dipesan datang so teman-teman memutuskan untuk berpindah tempat makan yang lebih baik. Tempat yang kusuka, Warung Cobek-cobek \(^o^)/

Okke, saat menuju ke sana saya menjadi navigator soalnya paling dekat rumahku dan juga saya tau tempatnya. Etapi mendekati lokasi kami malah kesasar karena saya bingung arahnya kalau melewati jalan yang tidak biasa dilewati dari rumahku. Maaf ya Chacha jadinya kita mesti melanggar jalan saat itu.


spot yang paling kusuka, di depannya ada kolam ikan
foto dari TripAdvisor
Saya memang suka makan di tempat yang menyediakan Indonesian Food, nyam-nyam. Thanks kawan sudah memilih area lesehan, lebih bebas kite. Makanan di sini selalu enak dan selalu kusuka tumis kangkungnya. Terima kasih juga kawan-kawanku sudah berbagi makanan saat makanan yang kupesan belum datang, keburu lapar dan rasanya semua mau kumakan. (Hadeuh sudah cukup kali ya cerita makanan abis sahur-sahur gini). Oiya terima kasih sepotong tempe dari Tante Lusie dan setengah piring kangkung yang tidak kuketahui pemiliknya hehehe #apakah. Bercerita panjang lebar sambil makan memang menyenangkan. Rasanya semua beban musnah... Baru saya sadari kata orang, kalau berkumpul dan bersilaturrahim itu bikin awet muda, soalnya kita punya wadah untuk menceritakan banyak hal dan tersenyum bersama. 

Setelah makan, salah seorang teman kemudian meminta bill lalu mulailah hal lucu saat itu. Dia mulai menghitungkan semua jumlah makanan yang kami makan dan mesti kami bayar, hehehe lucunya karena suaranya sungguh besar dan cara menghitungnya pun lucu dan ahli sekali hehehe. Sudah sering hitung uang kayaknya. 

Yaah, begitulah ceritanya sampai kami pun berfoto-foto lalu kemudian berpisah dan pulang ke tempat masing-masing. Begitulah cerita hari itu walaupun memang ceritanya mainstream ya seperti kebanyakan bukber biasa, tapi saya sangat senang. Level bahagiaku hari itu sungguh sangat tinggi. Lama sekali saya tidak berkumpul dan bercerita seperti itu. Kebanyakan mengurus bisnis dan hanya berdiam seharian di rumah tanpa bercerita dan ngobrol dengan siapapun di rumah. 


satu kata, tanoshikatta~
my lovely niji 07, mejeng dulu walaupun menghalangi pintu :D
Walaupun tidak semua personel ada di hari itu tapi tidak mengurangi kesenangan dan keceriaan, Niji 07 memang selalu heboh dan keren seperti biasa. Nanti kita kumpul-kumpul lagi ya tahun depan Insyaa Allah. Pulangnya dari tempat makan, mereka tetap saja masih heboh hingga ke grup Line hehehe as always.

Sampai jumpa di postingan berikutnya, bagaimana dengan kalian? Bukber juga tahun ini?


Hima Rain


nb: photo taken dari album Miss US

Kamis, 02 Januari 2014

Posuto Kaado


Bismillah...

koleksi postcardnya Honobono

2010, saya untuk kali pertama menulis dan mengirim postcard. Umm menulis di postcard mesti singkat dan hemat soalnya spacenya kecil, ibaratnya menulis di twitter kali ~fufufu. Waktu itu seperti jumat tiap pekannya ada benkyoukai (klub belajar pekanan di sasjep) yang diisi oleh Kaneda sensei dan tema pekan itu adalah menulis postcard.

Kaneda sensei membagi-bagikan postcard kepada kami semua, eh waktu itu saya kebagian postcard gambar apa ya, lupa. Umm yang pastinya setelah itu kami diajar cara nulisnya soalnya saya betul-betul buta soal postcard, dapat surat saja jarang apalagi postcard. Well ternyata menulisnya gampang di kolom kiri untuk isi dan kolom sebelahnya lagi untuk alamat. Gampang sih memang tapi menulis isinya itu yang rada buntu. Selama setengah jam berkutat di buku dan kamus, fiuh akhirnya jadi juga walaupun isinya seperti surat yang ditulis anak-anak.

Nah setelah itu kami juga dibagikan secarik kertas yang di dalamnya berisi alamat seseorang dalam tulisan Jepang. Ternyata postcard yang kami tulis tidak hanya buat latihan nulis tapi betul-betul dikirim. Bikin serprais banget nih sensei. Yang lebih mengejutkan saya baru tau kalo ternyata mengirim postcard ke Jepang murah eui cuma 10ribu perak. Wow omoshiroii... Tepat beberapa bulan kemudian saya mendapat balasan dari Mao san. Dia excited dan terkejut dengan postcard yang saya kirim. Hehehe dia tidak sangka saya bisa menulis kanji sebagus itu (padahal itupun nulisnya dengan penuh keringat dan usaha keras hihihi) 

kata Mao san ini adalah pemandangan kota Kobe tepatnya prefektur Hyougo
Yuk, kita baca isinya sembari belajar cara bacanya juga, cekidot!

始めまして、谷本真央です。「真央って呼んでね」。
Hajimemashite, Tanimoto Mao desu. “Mao~tte yonde ne.
Salam kenal, Saya Tanimoto Mao, panggil saja Mao.

ポストカードありがとう!!とても字がきれいだったので、びっくりしました!
Posutokādo arigatō!! Totemo ji ga kireidattanode, bikkuri shimashita!
Terima kasih postcardnya. Saya terkejut karna hurufnya cantik sekali.. 

私は、今年の6月で22歳になります。リリンさんより1っ年上です。表の絵は、日本 に兵庫県神戸市にある神戸港の絵です。夜になると、夜景がとてもきれいだよ。日本へ来た時は、案内するよ~
Watashi wa, kotoshi no 6 gatsu de 22-sai ni narimasu. Ririn-san yori 1tsu toshiue desu. Hyō no e wa, Nihon ni hyōgoken kōbeshi ni aru Kōbe-kō no e desu. Yoru ni naru to, yakei ga totemo kireida yo. Nihon e kita toki wa, annai suru yo ~
Bulan Juni tahun ini saya berumur 22 tahun. Setahun lebih tua dari ririn. Gambar di kartu ini adalah pemandangan di Jepang, Kota Kobe Prefektur Hyougo. Kalau malam hari, pemandangannya sungguh cantik lho. Kalo ke Jepang nanti saya akan memandumu~

試験頑張ってね!!応援しています!
Shiken ganbattene! ! Ōen shite imasu!
Semangat untuk ujiannya, saya mendukungmu!

~o0o~


Setelah momen yang cukup lama itu saya dapat postcard lagi, kali ini bukan dari Jepang. Tapi dari seorang teman blog yang pernah ke Jepang dan sangat suka Jepang beserta Furukawa Yuki-nya. Katanya dia dapat postcard dan iseng ngirim ke saya. Senang dooong apalagi gambar postcardnya itu kirei sekali, seperti begron blog saya dulu. Ah jadi rindu ungu-ungu itu.

hokkaido mo ikitainaa~

Alhamdulillah sudah saya terima fufufu
Umm senang deh, mau dapat postcard lagi. Ada yang mau ngirimin saya?? Saya terima dengan senang hati hehehe... 


Hima Rain

Rabu, 04 Desember 2013

Tiap Kali Hujan Kenapa Ada Angin

Bismillah...

Tiap Kali Hujan Kenapa Ada Angin


Aku mungkin akan sangat senang jika engkau mengaitkanku dengan langit

Ya, teman setia hujan pasti adalah langit

Apa aku langit?
Ah aku hujan
Kami sepakat menamai diri sesuai suka

Aku suka, dia juga suka

Sengaja
Aku menunjuk langit dan menyatakan suka padanya
Untuk mengalihkan perhatian kalian yang sedang memadu rindu
Hujan bukan obat nyamuk penemani romantismemu saat itu

Hujan pun terus mengamati langit
Ia jadi suka
Bagaimana ini?
Aku tidak ingin memancarkan air merah madu

Hujan resah tapi ia tetap suka
Hari itu hujan memandang langit lagi
Tetiba angin melesat
Ingin meraih lengan hujan

Tidak mereka tidak
Angin dan hujan saat itu tidak bersatu
Tidak bersatu membuat badai
Angin sendiri tenang
Hujan tetap menatap

pic source
Hujan terdiam menatap lama
Tak sadar angin lenyap dari derasnya hujan
Hujan tetap melihat angin
Angin lenyap tapi ia di sana


Hima Rain

Senin, 25 November 2013

So, Smile!

Bismillah...

Perlahan kuturun
Tak lama kulompat sedikit dari air
Ia lebih lincah dariku

Aku berhenti
Menunggu melesat reda
Lanjut kemudian terhenti di tengah
Ia muncul dan duduk

Aku berdiri sambil diam dan perlahan memiringkan kepala
Bingung bertanya-tanya
Siapa?

Saya memang kaku,
Susah gerak bila tidak tau
Dingin berseliweran dan kupeluk jaketku
Ia tetap duduk
Masi jua duduk dan melihat
Dari balik kaca hitamnya

Ia buka dan kemudian aku sadar
Senyum ia
Senyum meluluhkan segalanya

さわやかな笑顔~


Hima Rain

Sabtu, 09 November 2013

Sensei Rabu dan Kamis

Bismillah...

"Senseeeeei!!", sebuah kata yang akrab kudengar dua hari itu. Kata yang kusuka itu disandangkan padaku walaupun singkat.

Rabu dan Kamis pekan ini saya memasuki lingkungan yang sudah cukup lama tidak kujalani dan tidak kutemui lagi, yaitu lingkungan sekolah yattaaa! Eits memasuki sekolah itu berasa abg lagi fufufu. Seolah-olah refleksi saat saya masi pake abu-abu putih itu tiba-tiba muncul di depan mata, huaaa hontou ni natsukashiii naaa.


Umm, memang sedikit deg-degan mengingat mulai hari itu saya akan berinteraksi dengan anak-anak abg yang seusia dengan adikku yang bungsu. Apalagi ya mengingat kelakukan adikku yang bandel ini pasti tidak jauh beda dari tingkah anak yang akan kuajari ini. AIsh suudzhon daku, pikiran burukku tuh saat itu. Saya mulai mengajar pada hari Rabu. Sengaja kuambil tawaran dari seniorku untuk menggantikan sementara salah satu sensei yang sedang pergi untuk tes cpns itu. Mumpung juga Airin Handicrabbyku kan juga sedang libur jadinya ya daripada tidak berbuat apa-apa di rumah mending mencoba mengajar lagi.

Mengajar itu kuanggap passion bagiku mungkin karena sedari kecil cita-citaku guru sih. Saya pernah mengajar di salah satu sekolah dasar di Makassar saat bergabung di Yayasan Rumah Belajar Honobono pada divisi pendidikan. Jadi ya pengalaman mengajarku baru bertaraf anak SD. Pernah sih saya mengajar anak SMP dan SMA tapi itu sebatas mengajar privat. So, jadi sedikit deg-degan deh.

Saat memasuki kelas pertama, setiap mata di kelas itu memandangku dengan sedikit heran. Awalnya saya sedikit ciut apalagi dengan tatapan mereka itu. Kata-kata pembukaan mengajarku untuk pertama kali jadi sedikit kacau. Kata-kata yang telah kupersiapkan sedari malam malah menciut dan irit banget. Wah, wah mungkin butuh kursus merangkai kata untuk mengajar ya fufufu. Apalagi keringatku mulai bercucuran hahahaha karena panasnya siang itu, seakan-akan menambah daftar nervous di hatiku. Beberapa menit berlalu segera keciutanku itu kuhapus perlahan dengan senyuman termanisku untuk meredakan suasana tidak biasa ini. Senyumku saat itu alhamdulillah cukup untuk mencairkan suasana walaupun kata-kata perkenalanku agak sedikit kacau. 

Menit demi menit alhamdulillah kelas pertama lancar dan berakhir dengan lancar pula pada kelas kedua walaupun tingkat kebandelan kelas kedua itu sedikit lebih tinggi. Pada hari berikutnya yaitu Kamis, taraf bandel kelas yang kuajar bervariasi. Kelas pertama adalah kelas unggulan, sangat senang mengajar di kelas ini, kata unggulan yang disandang kelas ini betul-betul tidak bohong. Rata-rata anak-anak ini ingin belajar dan fokus. Wah, good class!

Nah, kelas kedua dan ketiga cukup bandel dan sanggup membuat tenggorokanku sakit karena banyak berteriak. Huff, tidak bisa disalahkan sih mengingat mereka masi labil dan mungkin saja caraku mengajar bikin mereka bosan dan lebih baik ngobrol saja. Seusai mengajar yang melelahkan hari itu saya pun menanyakan sana-sini bagaimana caranya mengatasi siswa yang ribut. Salah satu teman menjawab lebih baik memberikan mereka spidol dan menyuruh si anak ribut menjelaskan seperti guru. Fufufu, tidak terpikirkan olehku sebelumnya. Kupikr itu cara yang jitu.

Saya pun bertekad pekan depan akan kugunakan cara itu kalau mereka ribut lagi. Namun mungkin tekadku itu bisa saja tidak akan terjadi mengingat saya mendapat kabar kalau hari ini sensei yang mengajar di sana telah kembali. Eh, bukannya sebulan?! Hahaha entahlah, yang pastinya dua hari itu saya senang menjadi guru dan senang dipanggil "Sensei" sama anak-anak fufufu. 

Ternyata masih banyak hal mengenai pengajaran yang belum saya ketahui. Seusai dua hari itu saya sadar saya mesti banyak-banyak belajar lagi mengenai metode belajar yang baik serta belajar tentang kepribadian anak didik. Dan tidak lupa belajar SABAR menghadapi orang lain. Guru memang profesi yang tidak mudah dan kadang bikin sebel, tapi entah kenapa saya masi ingin mengajar lagi. Magnetnya itu lho, sesuatu. Huwaaa mau kuliah lagi khusus pendidikan guru dehh, masi bisa nggak yaaa? Hehehehehe...


Hima Rain

Kamis, 07 November 2013

Kanzashi, Tsukurimashouka?

Bismillah...

Sudah sebulan sejak saya mendapatkan DIY kit pembuatan tsumami zaiku, bermacam-macam model kreasi kain ini saya buat. Kanzashi memang punya magnet tersendiri. Sekali buat ingin buat terus dan berinovasi terus. Keren sih bentuk bunga ini dan cara buatnya pun simpel dan bahan-bahannya mudah didapatkan. Saat ini saya senang membuat bentuk kanzashi yang ada jumbai-jumbainya. Kawaii sih, sepertinya kanzashi ini bisa jadi tren model bros baru. 

~Emas dan Putih~





~Merah nih~





Hontou ni kawai deshou?!! Jya, tsukurimashouka?


Hima Rain

Minggu, 13 Oktober 2013

日の出

Bismillah...

Pagi ini saya mau perlihatkan momen mentari terbit dari salah satu jendela rumahku. Kali ini tidak kuposting di blog Hima Sky tapi di siniiii (*≧∇≦*) . Khusus nih limited edition fufufu (Gomen berlebihan).

5:15 a.m

5:16 a.m

5:18 a.m

5:19 a.m

5:22 a.m

5:26 a.m

5:30 a.m

5:35 a.m

5:46 a.m

5:53 a.m

6:03 a.m

Kira-kira seperti itulah, memang langit itu sesuatu. Melihat langit pagi ini saya jadi terpikir satu haiku... Kira-kira begini...

asa no hi
hikari kagayaku
tori wo tobu

Fufufu jangan terlalu diperhatikan haiku yang kubuat, asal itu. Mending liat ke gambar saja lagi (´▽`). Ima 7.15 de, hi ga takaku natta kara, choo atsuku natte kita. Jya, mata...


Hima Rain

Selasa, 11 September 2012

Sotsugyou no Hi

Bismillah...

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Segala puji bagiMu Ya Rabb, Engkau selalu menjawab segala doa hamba jika hambaMu meminta dengan segala usaha.. 

Terbangun di menit ke-26 dari angka lima di jam dinding, saya telat. Hari ini adalah waktu bahagia di mana saya akhirnya menjalani wisuda setelah menunggu sekian lama. Mungkin kawan sudah sering melihatku melalui blog maya ini menuliskan keluh-kesah yang tak jarang masih sering berfluktuatif, terkadang mengandung isi dan ungkapan positif yang manis ataupun tak jarang pula kugoreskan tulisan-tulisan bernada keluhan dan negatif-negatif tidak penting menyangkut skripsi dan teman-temannya. Di akhir 2011 tubuh ini masih mengingat masa di mana seragam putih hitam membaluti diri ketika menjalani ujian proposal dan setahun kemudian alhamdulillah saya menyelesaikan skripsi ini dengan ijin dan rejeki dari Sang Maha Penentu Segala. 

Saya masih ingat saat rasa iri dan kekecewaan membungkus hatiku saat melihat dan hanya melihat 4 musim wisuda melewatiku begitu saja. Setahun penuh hidup diisi dengan keramaian buku-buku dan tumpukan lembar penentu hasil akhir kuliah itu. 

Bulan September 2011
Masih biasa-biasa saja saat beberapa kawan dari angkatanku menghabiskan masa studinya dan kemudian wisuda. Kesibukan berbisnis telah menyita keseharianku saat itu.

Bulan Desember 2011
Sedikit mulai sibuk dan sedikit sadar akan pentingnya bersegera lulus kuliah. Apalagi saat itu saya baru saja mengikuti Seminar Successful Skripsi dan sedikit mendapat motivasi dan pencerahan. 

Bulan Maret 2012
Ternyata seminar yang itu tidak mempan dan prokrastinasi pun menjalar. Apalagi terdapat something weird on my body.

Bulan Juni 2012
Wah, sedikit mulai kewalahan dan sedikit-demi sedikit merapikan puzzle skripsi yang belum bertemu.

Bulan Agustus 2012
Alhamdulillah skripsi ini telah rampung dengan sedikit bumbu-bumbu keribetan pengurusan wisuda dan beberapa pelengkap manis yang kudapat di awal Agustus.

Bulan September 2012
Dan hari ini segala ikhtiar tersebut telah dijawab dan lega memenuhi hati.


Dan setiap orang-orang yang membantuku dalam bentuk apapun itu, TERIMA KASIH. 

Momen inipun mengingatkanku akan cerita seorang teman saat menjalani wisuda bulan Juni 2012. Kekecewaannya akan pelayanan dan penyediaan kursi bagi wisudawan. Saat itu menurut ceritanya tempat duduk yang ia tempati kala menunggu namanya dipanggil ke atas panggung adalah tempat duduk yang kurang layak dan sangat tidak nyaman. Jikalau saya benar-benar diwisuda Juni itu mungkin saja saya akan mendapatkan ketidaknyamanan seperti teman yang satu itu, mungkin pula skripsi ini akan menjadi skripsi yang tidak bagus dan kesannya terburu-buru. Allah telah menghindarkan diri ini untuk mendapat sesuatu yang tidak mengenakkan dengan ditakdirkannya diriku untuk wisuda hari ini dengan tempat yang dijamin sangat nyaman dan sangat layak.  

Semua yang terjadi pada dirimu apapun itu pasti akan ada hikmahnya.Walaupun hikmahnya itu hanya berupa sebutir pasir di pesisir pantai. Bersyukur di setiap momen yang ada. 


Hima Rain


Tulisan ini kupersembahkan untuk seorang teman yang belum ditakdirkan berwisuda bersama. Tetap semangat karena ada hikmah dari setiap kejadian yang ada. 
Dan tulisan ini pula kuikutsertakan pada Monilando’s First Giveaway 

Selasa, 10 Juli 2012

ひまわりのこと

Bismillah...

Annyeong haseyo minna san... [perpaduan bahasa gado-gado]
今日はひまわりクラフトをしめてみます。。。



ひまーライン

Jumat, 15 Oktober 2010

どきどき

Kata seorang teman, jalan pikiranku sangat rumit. Dia berkata, "Kadang sulit sekali tau pikiranmu itu seperti apa, cepat sekali panik dan berpikir yang aneh-aneh". Wah, mendengar statement temanku yang seperti itu membuat saya menjadi berpikir lagi. Waduh, apa saya harus tes kejiwaan? Hehe.. (hiperbola). Soalnya saya cepat sekali panik, kalau dalam keadaan terdesak seperti ditanya sesuatu hal yang tidak kutau atau ditanyai hal yang bakal bikin malu, dengan cepat keringatku mengalir deras dan deg-degan luar biasa. hufff... Help me... Gawat kalau saya menyukai seseorang, apakah saya akan keringatan dan luar biasa deg-degan kayak begitu. O..ow.. jangan sampai.