TUTORIAL

Tampilkan postingan dengan label 日本の事. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 日本の事. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2014

Kupasan Singkat Hikaru No Go

Bismillah...

Onaji toki wo ima ikiteru kiseki ga sugoku ureshii kara nee..
tsugi au hi mo kitto ne isshouni waratte iyou yo..

Karena aku sangat senang meskipun itu keajaiban berada di sini bersamamu
Mari kita tertawa bersama lagi di hari pertemuan berikutnya

Umm beberapa pekan ini mengenang masa lalu lagi dengan menontonnya kembali. Potongan kalimat di atas adalah lirik lagu penutup anime yang mengingatkan masa kecil dulu terkhusus masa SMP. Hikaru no Go, sebuah judul anime adaptasi manga Jepang karya Yumi Hota dan ilustrasi dari Takeshi Obata. Sejak menontonnya di TV7 (sekarang Trans7) dulu saya jadi suka sama anime satu ini. Shindou Hikaru, pelajar kelas 6 SD yang menemukan papan permainan Igo milik kakeknya yang ternyata dihantui oleh roh Fujiwara No Sai yang dulu merupakan pemain Igo di zaman Heian. Sejak saat itu hanya Hikaru yang bisa melihatnya dan Sai pun hidup dan hinggap di pikiran Hikaru serta membuat Hikaru bermain Igo mewakili dirinya. Hingga ia bertemu Touya Akira yang merupakan anak jenius dalam bermain igo yang membuat Hikaru pun tertarik ke dalam dunia Igo. 

Saya suka jenis cerita seperti Hikaru no Go ini, cerita tentang cita-cita dan tahapan hingga meraihnya. Makanya tidak jarang saya juga senang dengan anime sejenis baik itu tentang sepakbola, tamiya, dan lainnya. Apa ya banyak sekali moral yang diberikannya. 

Hikaru no Go
Hikaru no Go yang dalam Bahasa Indonesia berarti Permainan Igo Hikaru. Igo itu adalah catur Jepang. Saya tertarik sekali untuk tau lebih dalam tentang cara bermain Igo ini tapi sayang muzukashii. Sulit banget. Saya kurang mengerti detailnya  tapi beberapa ada yang kumengerti tentang penguasaan wilayah batu, nama-nama peletakan batu dan sedikit tentang jenis kayu untuk membuat papan Igo. Untuk lebih jelasnya ada penjelasan di Rules Igo di Wikipedia.

Menarik banget lho, saya bisa tau ini hanya dengan menonton anime ini hohoho. Soalnya di akhir episode selalu ada pengajaran singkat dari Yukari Sensei (pemain Igo professional tingkat 5). 

nama segmennya Go Go Igo fufufu..
Selain tentang Igo sendiri, penggambaran dan cara menampilkan karakter tokoh-tokohnya juga sangat kuat. Siapa saja yang menonton anime ini saya yakin akan berkata iya juga untuk yang satu ini. Cerita manga Jepang memang sungguh detil dan menarik. Oiya sebelum menjadi anime pun, manga Hikaru no Go ini sudah mendapat penghargaan Shogakukan Manga (ini penghargaan bergengsi untuk karya manga lho). Umm menyesal saya tidak menjadikan anime ini sebagai bahan objek skripsiku dulu (baru sadar sekarang). Ide ceritanya sangat menarik dan untuk dijadikan bahan penelitian pun bisa dikaji dari banyak sisi. Bisa analisis karakter tokoh, bisa juga ditilik dari bahasa contohnya gaya bahasa cowok ataupun analisis makna juga bisa, dan bagian paling menarik adalah tentang sejarah juga bisa (sejarah Igo). Banyak kan yang bisa dipelajari dari sebuah anime. Yah 5 bintang untuk anime yang satu ini.


Ceritanya itu menariiiiiiiik sekali (liat kan liat kan berapa biji huruf i yang kuketikkan jadi tau dong semenarik apa fufu). Saya suka sekali dan ini sudah kali ketiga saya menontonnya. Sugoku ureshii.. Bahasa Jepang jadi teringat kembali, semangat untuk berlatih dan belajar makin bangkit juga. Karakter Shindou Hikaru yang semangat dan ceria itu menginspirasi, karakter Touya Akira yang penuh tekad pun tidak kalah menginspirasi. Saya senang saat menontonnya di tengah turunnya semangatku akhir-akhir ini, kemarin saya mendapat satu inspirasi yang sangat besar untuk terus maju dan percaya diri sendiri. Perasaan yang kalut dan kacau saat itu hilang saat menonton salah satu scene anime ini (padahal ini bagian paling menyedihkan di anime ini). Salah satu adegan di mana Sai menghilang dan Hikaru kemudian mencari Sai ke sana kemari tapi tidak dia temukan juga. Di masa galaunya itu Hikaru mendapat jawaban bahwa ia tidak boleh berhenti dengan cita-cita dan kesenangannya bermain Igo, apapun yang terjadi dan apapun kata orang. Humm galauku langsung hilang! Mou gambarimasu..

Nani yori mo jibun wo shinji tachimukauo..
Saya akan percaya diri sendiri lebih dari apapun
Sekian deh sedikit kupasan anime Hikaru no Go ini. Walaupun sudah segede ini saya tetap suka dengan Hikaru no Go, ceritanya bagus sih. Ne.. ii desuyo.



Hima Rain


Gambar hasil capture dari yutub sih dan info sebagian sumber lain berikut
http://www.tv-tokyo.co.jp/anime/hikaru/
http://en.wikipedia.org/wiki/Rules_of_Go
http://en.wikipedia.org/wiki/Hikaru_no_Go

Rabu, 22 Januari 2014

Taiko: Sebuah Resensi dan Perbandingan Unsur Sejarah di dalamnya

Bismillah...

Taiko, salah satu karya besar  Eiji Yoshikawa yang merupakan salah satu novel berlatar belakang sejarah yang menceritakan seluk-beluk kehidupan panjang salah seorang pemersatu Jepang yang memiliki gaya kehidupan yang sangat unik dan menarik. Ini adalah sebuah karya yang sangat hebat. Eiji Yoshikawa mampu menceritakan kisah sejarah dengan bahasa sastra yang sangat indah dan mudah dimengerti. Secara tidak langsung novel ini membawa pembaca seakan-akan terbawa dalam suasana kehidupan Toyotomi Hideyoshi dari kecil hingga akhir hayatnya. Sekali membaca novel ini, kita akan penasaran dan terpengaruh dengan intrik-intrik kejadian yang disuguhkankan dalam novel Taiko ini.



Novel ini bisa menjadi salah satu referensi sejarah mengenai para pemersatu Jepang. Novel ini sangat bermanfaat terutama untuk mempelajari kebudayaan lampau Jepang pada saat itu pra Edo. Masa-masa peralihan pedang samurai ke senjata api, novel ini mendeskripsikan dan secara tidak langsung memperkenalkan watak-watak orang dan tindakan-tindakannya.  

Sinopsis

Menjelang abad ke-16, kekaisaran Jepang dalam keadaan kacau-balau dan keshogunan pada masa itu mengalami ketimpangan dan panglima-panglima perang berusaha saling memperebutkan kemenangan dan kekuasaan, di tengah-tengah ketimpangan tersebut muncul 3 tokoh besar yang nantinya akan berusaha mempersatukan Jepang. Nobunaga yang gegabah, tegas dan brutal ; Tokugawa, tenang, sabar, dan penuh perhitungan, dan ketiga Hideyoshi yang sederhana, halus dan cerdik. Dan orang ketiga inilah yang merupakan kunci cerita novel ini. Hideyoshi seorang anak yang lahir di Provinsi Owari, desa Nakamura adalah anak tengah keluarga petani bernama Yaemon. Hideyoshi lahir tahun 1536. Pada waktu muda sebelum mengabdi pada Nobunaga, Hideyoshi meninggalkan rumah dan berkelana. Ia hidup dan telah melakukan berbagai macam pekerjaan. Kemampuannya dalam melihat watak manusia semakin terasah berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun. Hiyoshi, nama panggilannya, bekerja sebagai pesuruh pada Hachisuka Koroku.

Kemudian ia mengabdi dan bekerja sebagai pesuruh yang bekerja untuk pemilik Istana Zudaji yang bernama Matsushita Naganori (alias Matsushita Takahei) dan putranya Matsushita Yukitsuna yang juga menggunakan nama alias yang sama seperti ayahnya (Matsushita Kahei).  Namun karena wataknya yang cerdik dan sederhana membuat orang banyak iri padanya sehingga ia difitnah dan diusir pergi dari Istana Zudaiji. Dalam masa mengelana itulah, Hiyoshi bertekad untuk mengabdi pada Nobunaga. Dan akhirnya, ia mampu dan berhasil menjadi pengabdi Oda Nobunaga, sang penguasa Owari.

Selama bekerja pada Nobunaga posisinya yang dulunya pembawa sandal kemudian menanjak dengan sangat cepat, dia ditugaskan di dapur kemudian menjadi petugas penjaga kayu bakar dan akhirnya diizinkan untuk menjadi pemimpin pasukan infantri. Dan namanya berubah menjadi Kinoshita Tokichiro. Tidak lama kemudian Kinoshita Tokichiro menikahi Nene, salah seorang anak abdi Nobunaga. Setelah menikahi Nene, Kinoshita Hideyoshi, perubahan nama kali kedua, membangun benteng di Sunomata dan menjadi pemimpin benteng tersebut.

Hideyoshi pun selama masa itu melakukan banyak sepak terjang yang sangat tidak diduga-duga karena perlawannya yang tanpa menggunakan peperangan melainkan melalui perundingan dan strategi dan taktik yang sangat sederhana namun berhasil. Bersama dengan Nobunaga, Hideyoshi berhasil menaklukkan benteng Inabayama. Kemudian memasuki Kyoto, dan mengabdi di bawah Shogun Yoshiaki. Pada saat berada di Kyoto, mereka berdua melakukan penguasaan di daerah Omi dan Echizen.  Karena melihat keadaan negeri yang sangat berantakan disebabkan tingkah sang shogun, bersama Nobunaga ia menjatuhkan Shogun. Nobunaga pun diangkat menjadi shogun kemudian membangun istana Azuchi di Omi. Dalam masa kekuasaan Shogun Nobunaga, Hideyoshi membangun dan menaklukkan beberapa benteng, yaitu benteng Nagahama, benteng Miki dan Tottori. Namun pada saat Hideyoshi melakukan  penaklukkan di  benteng Takamatsu, salah satu mantan pengikut setia Nobunaga yang sakit hati membunuh Nobunaga di kuil di Kyoto.

Pada saat itulah, Hideyoshi pun mengalahkan Mitsuhide di Yamazaki. Hideyoshi berperang melawan Shibata Katsuie yang menentangnya secara politik. Karier Hideyoshi melesat cepat dan ia memiliki jiwa memimpin. Bahkan dia berhasil menjadi pemimpin saat krisis. Ketika Nobunaga meninggal dibunuh Mitsuhide, dia mengobarkan semangat untuk menuntut balas. Tak cuma di situ, ketika Nabukatsu dan Nobutaka -anak kedua dan ketiga dari selir Nobunaga- saling berebut kekuasaan, Hideyoshi menengahi perselisihan (meski pun pada sisi lain yaitu untuk menyelamatkan dirinya) dengan mengangkat Samboshi, cucu Nobunaga dari (putra mahkota) Nobutada yang ikut meninggal bersama Nobunaga. Karena Samboshi masih bayi, maka Hideyoshi menjadi walinya.

Hideyoshi kemudian meneruskan perjuangan Nobunaga, menyatukan Jepang dan kemudian menjadi wakil kaisar. 

~o0o~

Sebuah novel yang sangat tebal, sekitar 1140 halaman. Buku yang tidak mungkin dibaca dalam sekali duduk namun buku ini mampu membuat pembaca penasaran sebelum menyelesaikannya hingga akhir. Dalam novel ini terdapat beberapa nama yang betul-betul ada dalam sejarah. Novel ini termasuk salah satu literatur sejarah sehingga memiliki unsur sejarah yang cukup banyak. Di antaranya sang Taiko sendiri, yang dalam novel ini dikisahkan dari lahir hingga wafatnya. Toyotomi Hideyoshi merupakan sang pemersatu Jepang yang namanya tercatat dalam sejarah Jepang. Yang pada awalnya mengabdi pada Oda Nobunaga. Kemudian sang pelanjut cita-cita Nobunaga dan Hideyoshi yaitu Tokugawa Ieyasu.

Berdasarkan tokoh-tokoh yang ada selain di atas ada beberapa tokoh yang namanya memang tercatat dalam sejarah yaitu para pemimpin samurai, berikut;
  •  Imagawa Yoshimoto, pemimpin dan penguasa Provinsi Imagawa,  klan Imagawa. Yang memulai proses penyatuan Jepang namun ketika pasukannya berangkat menuju ibukota pada tahun 1560 pasukannya ditahan oleh Nobunaga yang pasukannya jauh lebih kecil.
  • Saito Dosan, penguasa provinsi Mino. Merupakan mertua dari Nobunaga. Ia menikahkan Nobunaga dengan putrinya dengan tujuan politik.
  • Hachisuka Hikoemon, dulunya Hachisuka Koroku, merupakan pengabdi Toyotomi Hideyoshi yang dahulunya merupakan pemimpin Hideyoshi sebelum masa jayanya.
  • Asai Nagamasa, Daimyo kedua dari keluarga Asai yang kemudian menjadi pemimpin klan Asai. Karena bersebrangan dengan Oda Nobunaga dia akhirnya dinikahkan dengan saudara perempuan Oda yg bernama Oichi pada tahun 1564 untuk menghindari perpecahan / pertempuran.
  •  Akechi Mitsuhide, penguasa provinsi Tamba. Merupakan pengikut Oda Nobunaga namun karena sakit hati dengan Oda Nobunaga membunuh Oda Nobunaga.
  • Shibata Katsuie, penguasa provinsi Echizen.
  • Mori Terumoto, penguasa provinsi-provinsi sebelah barat.
  • Shogun Yoshiaki, shogun yang memerintah sebelum Oda Nobunaga
Selain tokoh-tokoh sejarah, beberapa peristiwa penting pun terdapat di dalam novel ini, beberapa di antaranya;

  • Pertempuran melawan Imagawa Yoshimoto pada 1560, tuan tanah wilayah jalur pantai di sebelah timur Nagoya modern, ketika itu pasukannya berangkat menuju ibukota dan pasukan itu ditahan oleh pasukan yang lebih kecil di bawah Oda Nobunaga, yang letaknya sepanjang jalur perjalanan.
  • Pada tahun 1568, sewaktu Oda Nobunaga pergi ke ibu kota (Kyoto), Hideyoshi bekerja bersama-sama dengan Akechi Mitsuhide di Kyoto.
  • Pada 1571, diserangnya dan dibakar habisnya kuil-kuil di gunung Hiei oleh Oda Nobunaga.
  • 1573, ketika itu Oda Nobunaga bersama Toyotomi Hideyoshi bersama-sama menjatuhkan shogun Yoshiaki. 
  • Diangkatnya Oda Nobunaga sebagai Shogun.
  • 1580, Ishiyama Honganji di Osaka, berhasil ditaklukkan.
  • Pada bulan Juni 1582, ketika sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan Hideyoshi, Nobunaga bermalam di sebuah kuil di Kyoto, salah satu vassal seniornya Akechi Mitsuhide, yang sedang memimpin pasukan tambahan mrnuju tempat yang sama, tiba-tiba berbelok keluar jalur dan menyerang Nobunaga dan Nobunaga bunuh diri karena terluka di dalam amukan api.
  • Pada tahun 1583, Hideyoshi mendirikan Istana Osaka di bekas kuil Ishiyama Honganji.
  • Pada tahun 1585, Hideyoshi menjadi anak angkat Konoe Sakihisa sehingga bisa mendapat gelar Kampaku dari kaisar. Tahun berikutnya (1586), Hideyoshi menerima nama keluarga Toyotomi, menjalankan tugas sebagai Daijō Daijin dan melakukan konsolidasi kekuasaan.

Ada beberapa hal yang patut dicatat dari novel ini yaitu, perkembangan budaya yang terjadi pada masa Toyotomi Hideyoshi ini yaitu,
  1. Berkuasanya daimyo-daimyo di beberapa provinsi.
  2. Samurai pada waktu itu memegang kekuasaan yang sangat besar.
  3. Perkembangan agama Buddha dan beberapa-beberapa sekte-sekte yang  menyimpang dari ajaran Buddha pada waktu itu.
  4. Bushido (jalan samurai) merupakan pedoman yang sangat dijunjung tinggi samurai. Pada zaman ini Bushido betul-betul sangat berkembang dan digunakan para samurai-samurai dalam kesehariannya, beberapa di antaranya adalah kesetiaan dan kerja keras.
  5. Adanya peralihan penggunaan pedang samurai ke senjata api.

Menurut kesimpulanku, perbandingan sejarah dengan novel “Taiko” ini adalah terdapat latar belakang sejarah dan budaya yang cukup signifikan yang bisa diambil dari novel ini. Cakupan sejarah di  dalamnya sekitar 75 % dan sisanya memiliki unsur-unsur sastra yang lumayan banyak.

Kesan setelah membaca buku ini yaitu mengajarkan banyak hal dan juga sangat bermanfaat apalagi berfungsi ganda sebagai literatur sejarah dan novel. Selain unsur sejarah, banyak hal-hal yang bisa dipetik dari buku ini. Kerja keras, pengabdian, dan perjuangan abdi terhadap junjungannya. Dan juga mengenai "dasar kepemimpinan" yang dapat kita petik dari novel ini. Intinya, novel ini merupakan karya yang patut untuk dibaca dan dijadikan referensi sejarah Jepang.

Sumber:
Yoshikawa, Eiji. 2007. Taiko. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Beasley, W.G. 2003. Pengalaman Jepang: Sejarah Singkat Jepang. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia


Hima Rain

Kamis, 02 Januari 2014

Posuto Kaado


Bismillah...

koleksi postcardnya Honobono

2010, saya untuk kali pertama menulis dan mengirim postcard. Umm menulis di postcard mesti singkat dan hemat soalnya spacenya kecil, ibaratnya menulis di twitter kali ~fufufu. Waktu itu seperti jumat tiap pekannya ada benkyoukai (klub belajar pekanan di sasjep) yang diisi oleh Kaneda sensei dan tema pekan itu adalah menulis postcard.

Kaneda sensei membagi-bagikan postcard kepada kami semua, eh waktu itu saya kebagian postcard gambar apa ya, lupa. Umm yang pastinya setelah itu kami diajar cara nulisnya soalnya saya betul-betul buta soal postcard, dapat surat saja jarang apalagi postcard. Well ternyata menulisnya gampang di kolom kiri untuk isi dan kolom sebelahnya lagi untuk alamat. Gampang sih memang tapi menulis isinya itu yang rada buntu. Selama setengah jam berkutat di buku dan kamus, fiuh akhirnya jadi juga walaupun isinya seperti surat yang ditulis anak-anak.

Nah setelah itu kami juga dibagikan secarik kertas yang di dalamnya berisi alamat seseorang dalam tulisan Jepang. Ternyata postcard yang kami tulis tidak hanya buat latihan nulis tapi betul-betul dikirim. Bikin serprais banget nih sensei. Yang lebih mengejutkan saya baru tau kalo ternyata mengirim postcard ke Jepang murah eui cuma 10ribu perak. Wow omoshiroii... Tepat beberapa bulan kemudian saya mendapat balasan dari Mao san. Dia excited dan terkejut dengan postcard yang saya kirim. Hehehe dia tidak sangka saya bisa menulis kanji sebagus itu (padahal itupun nulisnya dengan penuh keringat dan usaha keras hihihi) 

kata Mao san ini adalah pemandangan kota Kobe tepatnya prefektur Hyougo
Yuk, kita baca isinya sembari belajar cara bacanya juga, cekidot!

始めまして、谷本真央です。「真央って呼んでね」。
Hajimemashite, Tanimoto Mao desu. “Mao~tte yonde ne.
Salam kenal, Saya Tanimoto Mao, panggil saja Mao.

ポストカードありがとう!!とても字がきれいだったので、びっくりしました!
Posutokādo arigatō!! Totemo ji ga kireidattanode, bikkuri shimashita!
Terima kasih postcardnya. Saya terkejut karna hurufnya cantik sekali.. 

私は、今年の6月で22歳になります。リリンさんより1っ年上です。表の絵は、日本 に兵庫県神戸市にある神戸港の絵です。夜になると、夜景がとてもきれいだよ。日本へ来た時は、案内するよ~
Watashi wa, kotoshi no 6 gatsu de 22-sai ni narimasu. Ririn-san yori 1tsu toshiue desu. Hyō no e wa, Nihon ni hyōgoken kōbeshi ni aru Kōbe-kō no e desu. Yoru ni naru to, yakei ga totemo kireida yo. Nihon e kita toki wa, annai suru yo ~
Bulan Juni tahun ini saya berumur 22 tahun. Setahun lebih tua dari ririn. Gambar di kartu ini adalah pemandangan di Jepang, Kota Kobe Prefektur Hyougo. Kalau malam hari, pemandangannya sungguh cantik lho. Kalo ke Jepang nanti saya akan memandumu~

試験頑張ってね!!応援しています!
Shiken ganbattene! ! Ōen shite imasu!
Semangat untuk ujiannya, saya mendukungmu!

~o0o~


Setelah momen yang cukup lama itu saya dapat postcard lagi, kali ini bukan dari Jepang. Tapi dari seorang teman blog yang pernah ke Jepang dan sangat suka Jepang beserta Furukawa Yuki-nya. Katanya dia dapat postcard dan iseng ngirim ke saya. Senang dooong apalagi gambar postcardnya itu kirei sekali, seperti begron blog saya dulu. Ah jadi rindu ungu-ungu itu.

hokkaido mo ikitainaa~

Alhamdulillah sudah saya terima fufufu
Umm senang deh, mau dapat postcard lagi. Ada yang mau ngirimin saya?? Saya terima dengan senang hati hehehe... 


Hima Rain

Rabu, 01 Januari 2014

愛 Aishiteru

Bismillah...

Kalo saya sebut dorama, itu berarti drama Jepang. Semenjak beberapa tahun lalu saya coba mencari judul-judul dorama untuk kunonton, untuk latihan dan pengingat bahasa Jepangku yang kian berkarat. Dalam dorama banyak vocabulary dan kalimat-kalimat yang bisa kupelajari khususnya bahasa sehari-hari. Selain itu rata-rata banyak pesan yanng disampaikan dalam ceritanya, beda banget dengan drama korea atau Indonesia.

Nah di penghujung tahun 2013 ini ternyata ada satu kerjasama Indonesia Jepang dalam rangka 55 tahun persahabatan dua negara ini, yaitu Ftv spesial Indonesia Jepang yang dibuat sama Fuji Tv Jepang dan DNA Production di Indonesia. Pemain-pemainnya pun otomatis dari kedua negara ini, dibintangi oleh Minami Keisuke dan Prisia Nasution . Ftv ini judulnya Aishiteru, 28 Des malam di Kompas Tv. Bagaimana ceritanya?

gambar dari twitter Aishiteru
Kisah awal bersetting di Jepang dan dimulai dengan cerita kepergian seorang warga sipil, Matsumoto Tamotsu, yang ditugaskan sebagai pasuka infantry dan dikirim ke Indonesia pada PDII. Setelah itu kisah pun beralih waktu ke masa depan di mana Jepang dan Indonesia telah bersahabat, 55 tahun. 

Seorang wartawan Jepang yang tidak lain adalah Matsumoto Satoshi, cucu dari Matsumoto Tamotsu, ditugaskan ke Indonesia untuk meliput perayaan 55 tahun persahabatan Indonesia-Jepang, dan ternyata penugasannya itu ia manfaatkan pula untuk mencari tahu keberadaan kakeknya yang hilang di Indonesia. Ia pun bertemu dengan Mediana, seorang mahasiswa dan pegawai magang dan saat itu ia menjadi guide dari Satoshi. Di sinilah kisah mereka pun terjalin.

~o0o~

Setelah membaca sinopsis singkatnya, apa kesanku terhadap ftv ini?

Ada Yang Kurang Kusukai

Alur. Menurutku ada beberapa bagian pada alur balik yang sedikit mengganggu, kisah masa lalu itu terkadang ada yang muncul tiba-tiba. Seakan-akan bagian itu muncul tanpa intro dan itu membuat saya sedikit kebingungan. Walau pada akhirnya saya mengerti dan ikut arus cerita. Bagian akhir kisah kuanggap sedikit 'menggantung', kupikir durasinya kurang untuk menunjukkan dan menyempurnakan konflik-konflik dalam ftv ini.

Satu lagi kekurangan kecil dari ftv ini adalah subtitlenya. Ada bagian-bagian saat Prisia bicara sama teman-temannya dan youknowlah Indonesia itu kebanyakan bahasa gaulnya, alhasil subtitle Jepangnya jadi kurang jelas. Beberapa tidak diartikan padahal menurutku kata-kata itu bisa diartikan dalam bahasa Jepang walaupun tidak mesti sama persis. Ada pula yang bahasa Jepangnya itu panjang, eh malah substitle Indonesianya cuma satu kalimat. Uhm, translator desune.

Hehehe saya bawel ya kalo soal bahasa, beginilah saya suka protes kalo ada yang kurang apalagi soal eyd dan kawan-kawannya. Ya sama-sama belajar. Tapi selain itu semua, ftv ini tetap memberi banyak manfaat karena membuka ingatan kembali dengan bahasa Jepang serta kerinduan untuk bisa fluent berbahasa Jepang seperti tokoh imaji yang diperankan Prisia Nasution itu.  

Tapi Pastinya Banyak Yang Kusukai

Dari segi cerita, kisahnya menarik yaitu berlatar belakang sejarah waktu Jepang masuk ke Indonesia dia akhir perang dunia II. Saya suka sejarah dan melihat trailernya beberapa kali bikin saya penasaran dan makin tertarik. Love story memang selalu menarik apalagi kisah cinta mereka itu lintas negara dan budaya. 

Ftv ini pun tak lupa menyuguhkan keindahan alam Jepang dan Indonesia. (capture youtube)


Untuk penyampaian pesan moral saya beri dua jempol, pesan saling tolong-menolong itu tersampaikan cukup lekat padaku. Menolong seseorang tanpa pandang bulu, tanpa memikirkan siapa ia dan darimana ia berasal. Ftv ini pun berusaha untuk menyampaikan budaya masing-masing negara. Orang Indonesia itu identik dengan ramah, perhatian, dan suka senyum. Sedangkan orang Jepang itu kurang suka pedas dan makanan berbumbu, dan lagi mereka tidak suka ketidakdisiplinan. Menonton ftv ini saya teringat dengan beberapa orang Jepang yang pernah kutemui dan mereka rata-rata seperti itu. Yah banyak sih budaya lain yang mereka tonjolkan dalam ftv ini tapi ini yang paling kuingat hahaha. 

Satu hal yang kusuka juga dari ftv ini saat Prisia menyebutkan kata "Totemo Kawaii" saat melihat Sarubobo (jimat), entahlah keren sekali terdengar di telingaku fufufu.

~o0o~

Walaupun ada beberapa kekurangan hehehe tapi saya suka kok dengan ftv ini, film dan drama tentang dua negara itu selalu menarik, semoga kerjasama seperti ini ada lagi dan makin lebih baik hasilnya. Sekedar info Aishiteru bakal ditayangkan ulang hari ini pukul 10.00 WIB di Kompas Tv. Nonton yuk dan ceritakan kesanmu tentang ftv ini.



Hima Rain

Minggu, 29 Desember 2013

Hiragana Table

Bismillah...

Huaah kyou wa nichiyoubi desuyo~ Bagusnya kita belajar bahasa Jepang kali ya, kemarin dapat tabel hiragana yang lucu di Fanspage Kokoro no Tomo. Tabel hiragana ini chou kawaii dan colourful. Cocok untuk belajar huruf bagi yang mau mempelajari hiragana. 

klik untuk memperbesar
Saya suka huruf hi pada himawari dan a pada ame hahahay. Kalian suka yang mana?


Hima Rain

Kamis, 07 November 2013

Kanzashi, Tsukurimashouka?

Bismillah...

Sudah sebulan sejak saya mendapatkan DIY kit pembuatan tsumami zaiku, bermacam-macam model kreasi kain ini saya buat. Kanzashi memang punya magnet tersendiri. Sekali buat ingin buat terus dan berinovasi terus. Keren sih bentuk bunga ini dan cara buatnya pun simpel dan bahan-bahannya mudah didapatkan. Saat ini saya senang membuat bentuk kanzashi yang ada jumbai-jumbainya. Kawaii sih, sepertinya kanzashi ini bisa jadi tren model bros baru. 

~Emas dan Putih~





~Merah nih~





Hontou ni kawai deshou?!! Jya, tsukurimashouka?


Hima Rain

Sabtu, 07 September 2013

Irumi March no Sweet Kanzashi

Bismillah...


Kanzashi (簪 ) merupakan salah satu hiasan rambut yang digunakan pada gaya rambut tradisional Jepang. ~wikipedia~

Kanzashi sebenarnya dalam Bahasa Indonesia berarti tusuk konde dan memang aslinya kanzashi ini hiasan rambut berupa tusuk konde, penjepit rambut, ataupun berupa sisir penyemat. Kanzashi dalam sejarahnya memiliki sisi lain dari kepercayaan dan juga tingkatan status namun setelah melalui berbagai periode sisi kanzashi pun sedikit-sedikit berubah. Di Jepang kanzashi saat ini kebanyakan digunakan oleh pengantin wanita, geisha dan maiko, ataupun pada acara minum teh dan ikebana. Untuk lebih lengkapnya bisa kawan-kawan baca di situs khusus Kanzashi ini.  

Kanzashi sudah menjadi saiku 'kerajinan' umum yang dipakai wanita. Tidak hanya di Jepang, kanzashi menjadi kreasi yang cukup mampu menarik hati para crafter di luar Jepang termasuk Indonesia. Cukup banyak juga lho beberapa teman crafter yang mengadopsi cara membuat kanzashi ini menjadi produk andalan online shop mereka. Kanzashi itu lucu, bentuknya sederhana tapi sepertinya cara buatnya ribet. Tidak pernah sekalipun saya berpikir untuk buat kreasi ini mengingat saya lebih suka membuat kreasi kain flanel yang jauh lebih mudah dibentuk. Kanzashi pun saat ini tidak hanya berupa hiasan rambut lagi, era modernisasi menambah fungsinya menjadi keychain atau strap phone atau sekedar berupa korsase, dan fungsi lainnya. 

Kalian sudah pernah liat kanzashi?? Berikut salah satu bentuknya...

manis sekali warnanya
Kanzashi ini salah satu karya Irumi March, nama brand dari crafter Kanzashi Zaiku dari Indonesia. Karya-karya dari brand ini memproduksi Kanzashi buatan tangan yang apik dan chou kawaii dari padu-padan warna dan kerapihannya. Saat membuka satu persatu album Irumi March, kamu wanita, pasti bakal tertarik dengan kanzashi ini. Tertarik untuk membuat sendiri atau mengoleksi kreasinya langsung dari si owner, detil-detil dan paduan warna buatan Irumi March sangat menarik mata. Kanzashi buatan Irumi March bikin saya tertarik untuk mencoba dan mengeksplor karya ini. Ternyata dari dekat kanzashi cukup lucu. Hummm jadi tidak sabar memilikinya. Suki da!! >,<

ume kanzashi
Jika kalian tertarik bisa langsung mencari dan mengoleksi salah satu kanzashi dari Fanspage Irumi March atau dari Twitter Irumi March. atau kamu bisa dapat karyanya Irumi juga di 3R giveaway sept '13 di Fanspage ramu ramo rame. Sekedar info juga Irumi March beserta beberapa crafter lain menjadi penyenggara di Giveaway tersebut. Nah, yuk sama-sama mencoba sembari menikmati keindahan seni Jepang dari kanzashi ini.



Hima Rain

Minggu, 23 Juni 2013

Membeli Kotowaza Jiten di Kinokuniya

Bismillah...

Penghujung 2011 saya proposal skripsi dan diharuskan memiliki sebuah buku utama penunjang skripsi. Buku penunjang itu adalah buku kumpulan peribahasa Jepang atau kamus peribahasa Jepan. Mencari literatur berbahasa Jepang di Makassar cukup sulit, ada kudapat sih tapi gitulah buku lama dan isinya tidak terlalu komplit. Cara terakhir saya browsing di internet dan akhirnya dapat di amazon.com. 

Situs ini berbasis di amerika dan kalau saya harus membeli via amazon.com agak cukup sulit karena terbatas di cara transaksi dan pasti ongkirnya mahal. Sistem payment menggunakan kartu kredit yang saya tahu, dan saya tidak punya itu. Amazon.com pun kuabaikan dan kemudian berhari-hari browsing di tempat lain. Finally dapat info dari teman-teman kalau kinokuniya mungkin bisa membantu.

Kinokuniya adalah salah satu toko berbasis offline dan online yang punya cabang di Indonesia tepatnya di Jakarta. Salah satu toko yang menjual koleksi literatur berbahasa Jepang di Indonesia yang cukup lengkap. Pertama kali mengetahui toko ini dari teman sejurusan dan mereka hanya memberi info kontak nomor telepon, menurutku itu sedikit ribet karena kita harus menjelaskan buku yang kita inginkan via operator telepon. Membeli buku itu lebih baik melihat setidaknya melihat gambar sampul dari layar kaca. Jadi saya memilih melihat langsung via internet. 

Nah, kemudian sekali lagi saya browsing dan menemukan situs kinokuniya.com. Tapi ternyata pengelola situs ini berada di Jepang bukan Indonesia, nah di sini saya mulai ribet. Kukira pusat toko ini di Jepang nun jauh di sana. Saya pun mencari lagi dan menemukan situs kinokuniya yang di Indonesia, http://kinokuniyajkt.wordpress.com/. Situs ini kurasa kurang komplit karena tidak disertai daftar judul buku yang memadai, apalagi domainnya menggunakan wordpress. Awalnya saya meragukan lo hehehe. Khususnya di section Japanese Book saya merasa  kurang bisa mandiri karena sesuai instruksi di sini kami dianjurkan untuk mengirim email ke Japanese Book Departement menanyakan buku yang saya inginkan. Saya tidak bisa menemukan daftar buku-buku Jepang langsung. Padahal saya lebih suka melihat sampul buku sendiri, melihat review buku itu dan lain-lain dari daftar. Rasanya lebih puas gitu. Tapi tidak apa-apa setidaknya bisa via email.

Awalnya menanyakan stok buku titipan teman dan kamus peribahasa. Sehari kemudian saya pun mendapat balasan mengenai beberapa judul kamus peribahasa. Tapi kesemua judul yang mereka tawarkan saya rasa kurang lengkap isinya. Saya pun menanyakan stok buku yang kutemukan di amazon.com tadi. Mereka  membalas email saya sehari kemudian dengan jawaban tidak memiliki judul tersebut. Namun yang baiknya mereka menawarkan untuk mencarikan buku itu. Saya terharu dan tidak segan-segan menerima pertolongan itu. Alhamdulillah diberi jalan. 

Sekitar tiga hari baru saya mendapatkan kepastian adanya buku tersebut dan alhamdulillah dengan ongkos kirim dalam negeri. Kukira awalnya saya akan dibebankan ongkos kirim lebih mahal, ternyata tidak ^^. Saya pun mentransfer sejumlah uang dp sembari menunggu kamus pesanan saya tiba di pihak mereka. Setelah tiba barulah mereka mengirimkannya ke alamat saya. Alhamdulillah perjuangan  tidak sia-sia. Buku itu tiba di tangan saya tiga hari kemudian.


Kira-kira itulah uraianku yang cukup panjang saat membeli buku berbahasa jepang via kinokuniya. Itu kali pertama saya beli buku via online. Saya merasa cukup ribet juga tapi hasilnya memuaskan. Kesimpulan dari cerita ini, mencari buku literatur Jepang di internet cukup sulit juga. Intinya jika ingin mencari literatur Jepang....

  • Saya menganjurkan  untuk mengikuti cara saya di atas yaitu membeli via kinokuniya karena costumer servicenya lumayan fast response dan tidak segan-segan membantu. 
  • Saat membeli buku di kinokuniya sebaiknya mencari judul buku terlebih dahulu jadi pihak costumer service bisa lebih mudah temukan buku yang kita mau. Karena di situsnya kita tidak akan mendapatkan link daftar buku yang diinginkan. Sebenarnya menanyakan buku tanpa keterangan lengkap ke cs kurang efektif karena mereka akan memberi info tentang isi buku tersebut kurang terlalu lengkap. Sedangkan via browsing kita bisa mengetahui kelebihan kekurangan buku yang kita inginkan. 
Kemudahan tersendiri saat berbelanja via online khususnya membeli buku ya, kita bisa mencari judul buku yang tidak ada di toko offline. Selain itu lebih praktis karena kita tidak perlu berkeliling di tiap rak di toko buku bukan?! Di internet tinggal temukan, klik, dan beli. Dan menurutku, kekurangannya mungkin kita tidak bisa melihat langsung isi buku sih. Itu saja.

Nah itu dia dua tips singkat dariku. Jika ingin bertanya tentang beli buku jepang bisa kok tanya-tanya ke saya via email. Saya juga punya beberapa info link online shop terpercaya yang juga menjual buku-buku Jepang. Jya ne..

Cerita ini diikutsertakan dalam Arr Rian's Giveaway -Pengalaman Belanja Online-

Hima Rain

Selasa, 14 Mei 2013

舌切すずめ - Shita Kiri Suzume

Bismillah...

April 2010, kuliah terjemahan Jepang Indonesia yang saat itu memang sedikit membuat kawan sekelasku banyak yang begadang tiap pekan untuk menyelesaikan tugasnya. Beberapa tugas yang wow banyaknya dan wow menerjemahkanya. Hei, tapi ada satu tema tugas yang kusukai, menerjemahkan Dongeng Jepang. Sedari dulu saya suka membaca dongeng, baik dari buku pelajaran, majalah, atau buku dongengnya langsung. Ketika dapat tugas ini, saya sangat semangat sampai-sampai mengumpulkan 10 jenis lebih dongeng  Jepang. Semuanya kudonlot dari hukumusume.com.

Nah, setelah sortir dan bertanya ke teman tentang dongeng apa yang mereka terjemahkan agar tugas kami tidak sama judulnya, maka terpilihlah dongeng ini.. Nah, kali ini yuk mari sedikit bersantai sembari membaca dongeng singkat ini. Kutampilkan teks aslinya di bagian bawah.... 

Selamat membaca...

.................o0o.................


Burung Pipit Yang Terpotong Lidahnya
Pada zaman dahulu kala, di suatu tempat hiduplah sepasang kakek dan nenek. Si kakek adalah orang yang baik hati, ia memelihara seekor burung pipit. Pada suatu hari, burung pipit ini mematuk-matuk dan memakan rumput laut buatan si nenek.

“Aaah, Burung pipit nakal!”
Si nenek yang marah menangkap burung pipit lalu memotong lidah si burung pipit dengan gunting.
“Ciap, ciap, ciap !” Si burung pipit pun melarikan diri ke dalam semak-semak sambil menangis.


したきりスズメ

Tidak beberapa lama kemudian, si kakek yang baru saja pulang dari bekerja tidak melihat si burung pipit. “Nek, di mana burung pipitku?”

“Huh, si burung pipit nakal itu telah memakan rumput lautku, jadi kupotong saja lidahnya.”

“Betapa kasihannya !”

Si kakek yang baik hatipun menjadi gelisah dengan keadaan si burung pipit yang terpotong lidahnya. “Apakah dia tidak apa-apa? Apakah bisa makan dengan benar? … Baiklah aku akan mencarinya”.
Si kakek pun mencari si burung pipit ke dalam semak tempat si burung pipit melarikan diri.

“Oi, oi, burung pipit. Yang terpotong lidahnya. Di mana kamu?”

Dan dari dalam semak terdengar suara tangisan burung pipit.  “Kakek, di sini. Di sini rumahku.”
Dan dari semak muncullah sekumpulan burung pipit. Setelah mengamati baik-baik, si burung pipit yang terpotong lidahnya pun ternyata ada di sana.

“Oh, sungguh maafkanlah saya, bagaimana lidahmu? Tidak apa-apa? … aah, syukurlah kamu baik-baik saja”.  Melihat lidah si burung pipit, sang kakek merasa lega.


“Terima kasih kakek, mari beristirahatlah dulu di rumah kami.” Para burung pipit mengantar sang kakek ke dalam rumah beramai-ramai. Kemudian mereka pun menari dan menyajikan makanan enak yang banyak. Si kakek pun gembira.
“Kalau begitu saya permisi pulang dulu karena sepertinya keadaan di luar sudah gelap. Burung pipit, terima kasih.”

Atas ucapan terima kasih buat sang kakek, sang burung pipit membawakan kotak (biasanya tempat menaruh pakaian) yang besar dan kotak yang kecil.

“Kakek, milikilah oleh-oleh yang manapun kamu suka”, kata para burung pipit.
“Terima kasih, tetapi menurutku karena saya seorang kakek saya tidak bisa membawa kotak yang besar. Jadi saya memilih yang kecil saja.”

Kakek pun mengambil hadiah yang kecil dan memabawanya pulang dengan menggendongnya di punggung.

舌切り雀

Sepulangnya ke rumah, hadiahnya pun dibuka, dan di dalamnya berisi uang emas yang besar dan kecil, batu permata, koral dan harta berharga lainnya. Para burung pipit memberikan hadiah kepada sang kakek yang baik hati. 

“Wah, wah, wah, darimana kamu mendapatkan benda-benda bagus itu. Aku juga menginginkannya.”  Melihat hadiah dari si burung pipit, si nenek menjadi iri.

“Mana, saya juga akan ke sana dan mendapatkannya”

Si nenek pun pergi menuju ke rumah si burung pipit. Kemudian, ia masuk ke rumah burung pipit dengan paksa, “ Tidak usah menyajikan tarian dan makanan. Karena saya ingin pulang dengan segera, cepat bawa kemari hadiahnya.” 
“Baiklah, pilihlah kotak yang kecil atau besar”
“Tentu saja saya pilih kotak yang besar”

Si nenek pun segera pulang dan membawa kotak yang besar.
“Tetapi, betapa beratnya kotak ini. Pasti itu tandanya banyak barang berharga di dalamnya.”

Sebelum sampai di rumah, si nenek ingin melihat apa yang terdapat dalam kotak.

“Apa yang dimasukkannya aku ingin lihat.” Si nenek kemudian menurunkan kotak di tengah jalan dan mencoba membuka apa yang ada di dalamnya.
“Pasti uang emas yang banyak. … hum? … Hyaaaaaa!” Dan apa yang terdapat dalam kotak, terdapat sangat banyak lipan, lebah, ular, dan juga wajah hantu yang mengerikan.

“To.. toloooong! Dengan cepat si nenek melarikan diri ke dalam rumah. Dan kemudian menceritakannya kepada kakek.
“Nah Nenek, sekarang kamu mendapat ganjarannya. Itu semua karena kamu memotong lidah si burung pipit yang lucu itu kemudian kamu dengan tamaknya ingin memperoleh hadiah yang besar. Makanya mulai sekarang sayangilah makhluk hidup dan jangan sekali-kali kamu menjadi orang yang tamak.”

Begitulah yang dikatakan kakek kepada si nenek.

Selesai
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


舌切すずめ


したきりスズメ


むかしむかし、あるところに、おじいさんとおばあさんがいました。
 心のやさしいおじいさんは、一羽のスズメを飼っていました。

 ある日、スズメがおばあさんがつくったノリを、ツンツンと突いて食ベてしまったのです。
「このいたずらスズメ!」
 怒ったおばあさんはスズメをつかまえると、なんとハサミでスズメの舌を切ってしまいました。
 チュッ、チュッ、チュッ!
 スズメは泣きながら、やぶの中へ逃げていきました。
 間もなくおじいさんが仕事から帰ってきましたが、スズメの姿が見えません。
「おばあさん、わしのスズメはどこにいったかの?」
「ふん! あのいたずらスズメ。わたしのノリを食べてしまったから、舌をハサミで切ってやったわ」
「なんと、かわいそうに・・・」
 心のやさしいおじいさんは、舌を切られたスズメの事が心配でなりません。
「大丈夫だろうか? ごはんはちゃんと、食べているだろうか? ・・・よし、探しにいこう」
 おじいさんはスズメの逃げたやぶに、スズメを探しに行きました。
「おーい、おーい。スズメやスズメ。舌切りスズメは、どこにいる?」
 するとやぶのかげから、チュンチュンとスズメの鳴く声がします。
「おじいさん、ここですよ。スズメの家はここですよ」
 やぶの中から、スズメたちが大勢現れました。
 見ると、舌を切られたスズメもいます。
「おおっ、すまなかったな。どれ、舌は大丈夫か? ・・・ああっ、よかった。これなら大丈夫だ」
 スズメの舌を見て、おじいさんはホッとしました。
「ありがとう、おじいさん。さあさあ、わたしたちの家で休んでいってくださいな」
 スズメたちは、みんなでおじいさんをスズメの家へ連れて行きました。
 そしてみんなでスズメ踊りをしたり、おいしいごちそうをたくさん出してくれました。
 おじいさんは、大喜びです。
「それでは暗くならないうちに、おいとまをしよう。スズメさんたち、ありがとう」
 おじいさんがお礼をいって帰ろうとすると、スズメたちは大きなつづら(→衣服などを入れるカゴ)と小さなつづらを持ってきました。
舌切り雀
「おじいさん、おみやげにどちらでも好きな方を持っていってくださいな」
 スズメたちが、言いました。
「ありがとう。でも、わたしはこの通りおじいさんだから、あまり大きなつづらは持つ事が出来ない。小さい方を、いただくとしよう」
 おじいさんは小さなつづらをおみやげにもらうと、背中に背負って帰っていきました。
 そして家に帰ってスズメのおみやげを開けてみると、なんと中には大判小判に宝石やサンゴなどの美しい宝物がたくさん入っていたのです。
 スズメたちはやさしいおじいさんに、みんなでお礼のおくり物をしたのです。
「まあ、まあ、まあ、なんていい物をもらったんでしょう。わたしもほしいわ」
 スズメのおみやげを見て、おばあさんはうらやましくてなりません。
「どれ、わたしも行って、もらってこようかね」
 おばあさんは、スズメの家へ出かけていきました。
 そしてスズメの家に、無理矢理入ると、
「ごちそうも踊りも、いらないよ。すぐに帰るから、はやくみやげを持ってくるんだよ」
「はい、では、大きいつづらと小さいつづら・・・」
「大きいつづらに、決まっているだろ!」
 おばあさんは大きいつづらを受け取ると、急いで家へ帰っていきました。
「しかし、なんとも重たいつづらだね。でもそれだけ、お宝がたくさん入っている証拠だよ」
 家までもう少しでしたが、おばあさんはつづらの中にどんな物が入っているのか見たくてなりません。
「どれ、何が入っているか、見てみようかね」
 おばあさんは道ばたでつづらを下ろすと、中を開けてみました。
「きっと、大判小判がザックザクだよ。・・・うん? ・・・ヒェー!」
 なんとつづらの中には、ムカデにハチにヘビ、そして恐ろしい顔のお化けたちがたくさん入っていたのです。
「たっ、助けておくれー!」
 おばあさんは一目散に、家へ逃げ帰りました。
 そしておじいさんに、この事を話すと、
「おばあさん、かわいいスズメの舌を切ったり、欲張って大きなつづらをもらったりしたから、バチがあたったのだよ。これからは、生き物を可愛がっておやり。それから決して、欲張らないようにね」
 おじいさんはおばあさんに、そう言いました。


おしまい


Hima Rain


Rabu, 08 Mei 2013

Miso Shiru yang Fenomenal

Bismillah...

Ada yang pernah makan miso shiru? Miso shiru adalah salah satu hidangan Jepang yang berarti sup misu atau sup tauco (汁 shiru: sup ; 味噌 miso : tauco). Miso shiru ini enak lho, saya dan kawan-kawan di honobono pernah membuatnya saat peluncuran Nihon Suki. Rasanya seperti apa ya, kurang bisa kuungkapkan dengan kata-kata soalnya rasanya asing di lidahku. Tapi ENAK.

miso shiru
Miso shiru pernah jadi salah satu tugas fenomenal waktu kuliah dulu, tugas menerjemahkan resep miso shiru. Ampun, bahasa resep yang dipake itu susah sekali. Kira-kira ada beberapa kali saya dan ichi guruppu mengerjakan tugas ini bersama, padahal kami bertujuh tidak sekelompok saat itu. Tapi tak mengapa, biasanya kalo bersama tugas akan jadi lebih mudah (walaupun kadang tugasnya tidak jadi karena  kebanyakan cerita).

Kalo tidak salah pertama kali membahas resep ini di pondokannya Ninis. Waktu tugas itu diberikan, langsung kami berjalan beriringan menuju wilayah workshop unhas. Di sana kami cukup kompak. Ichi guruppu lengkap berkumpul dengan dipimpin oleh miss Ninis yang empunya kamar dan juga sebagai leader penerjemah. Hihihi. Banyak kepala bikin tugas ini bisa selesai separuhnya. 

jalanan menuju workshop
Kali kedua di rumahnya Ani, waktu itu kami hanya bertiga. Saya, Ninis dan Ani. Dari siang hingga malam tugas itu tak kunjung kelar. 3 kamus sudah digunakan. 

3 kamus wajib anak sasjep

resep asli miso shiru
Yah walaupun begitu kami berhasil menyelesaikannya walaupun ada terjemahan yang kurang sreg hasilnya. Menerjemahkan bahasa satu ke bahasa lain tidak mudah lho. Apalagi bahasa jepang ini ckck. Ada beberapa frase yang bikin terkecoh kami tapi waktu itu terbantu dengan laptop berbasis linux ninis, google, kamus-kamus, dan tentunya kepala-kepala kami.

Semenjak miso shiru ini ada, kami ichi guruppu makin kompak dan lagi setelah itu saya pun membeli Kenji Matsura, kamus fenomenal di sastra jepang. Soalnya kamus ini berat, tebal dan gede. Tapi kamus ini isinya mantap. Rekomendasi bagi anak sastra jepang.


Miso shiru memang fenomenal, dosen kami yang mengajar dan memberi tugas ini pun fenomenal. Mantap sekali caranya mengajarkan kami cara menerjemahkan dan terjemahan-terjemahan yang belum pernah kami liat. Kuliah terjemahan bikin kami sadar kalo banyak sekali kosa kata yang tidak kami ketahui. Setelah miso shiru, ada resep tamagodashi yang tidak kalah sulitnya. Tapi kuliah Terjemahan ini tanoshikatta.

Hima Rain

Senin, 31 Desember 2012

Kehidupan Bersekolah Anak SD di Jepang

Bismillah...

Sistem pendidikan di Jepang

Peraturan pendidikan di Jepang terbagi  ke dalam dua periode, yaitu periode sebelum dan sesudah perang dunia kedua. Sebelum perang dunia kedua, berlakuImperial Rescript on Education yang sangat berbasis pada kekaisaran sedangkan sesudah perang dunia kedua sistem pendidikan di Jepang didasarkan menurutFundamental Law of Education yang lebih memfokuskan dan mengutamakan kepentingan individu dalam menerima pendidikan.

Sistem pendidikan di Jepang terbangun atas empat tingkat, yaitu: pusat,perfektual (antara Provinsi dan Kabupaten), municipal (antara Kabupaten dan Kecamatan), dan sekolah. Sistem administrasi tersebut menerapkan kombinasi antara sentralisasi, desentralisasi, Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management), dan partisipasi masyarakat. Di samping itu, terdapat asosiasi-asosiasi kepala sekolah, guru, murid, dan orang tua yang mendukung pengembangan sekolah. Dalam sistem tersebut terdapat peran dan hubungan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, asosiasi-asosiasi tersebut, dan masyarakat yang saling mengisi sehingga tercipta sinergi yang memungkinkan sistem tersebut menjadi relatif efisien dan efektif. Hal ini merupakan faktor utama pencapaian mutu pendidikan di Jepang yang relatif tinggi (Abd. Rachman Assegaf, 2003: 175).

Sistem pendidikan di Jepang terbagi atas 4 jenjang, kita bisa menyebutnya pola 6-3-3-4. 6 tahun di SD, 3 tahun di SMP, 3 tahun di SMA, dan 4 tahun di perguruan tinggi. Tidak jauh beda dengan sistem pendidikan di Indonesia, namun di Indonesia memiliki suatu pembagian kurikulum dalam hal pendidikan agama.


Kurikulum

    Kurikulum pendidikan di Jepang ditetapkan oleh monbusho, mata pelajaran yang diharuskan adalah bahasa Jepang tentunya, ilmu alam, matematika, pendidikan moral dalam kehidupan sehari-hari. Suatu perubahan dalam kurikulum di Jepang pada tahun 2002 yang bertujuan membuat masing-masing sekolah di Jepang dapat lebih resposif terhadap murid-muridnya. Sehingga beberapa kurikulum dipotong dan digantikan dengan aktifitas belajar-mengajar tanpa buku teks. Tujuannya untuk mengintegrasikan pelajaran dengan suatu praktek sehingga lebih membuat suatu pengkreasian dalam proses belajar-mengajar.


    Kehidupan bersekolah anak SD di Jepang tidak terlepas dari keseharian dan kebiasaannya. keseharian dan kebiasaan yang mereka lakukan tersebut menjadi awal suatu pembentukan kepribadian dini. Anak SD di Jepang berawal dari suatu pendidikan pra sekolah. Prasekolah merupakan basis dari pembentukan kepribadian, walaupun pada dasarnya semua itu lebih dibentuk ketika berada di bangku sekolah dasar. Tujuan pendidikan di Jepang lebih kepada efisiensi sosial dengan cara memberikan kemampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan demi pemenuhan kepentingan bersama secara bebas dan maksimal. Tujuan inilah yang merupakan dasar dan pegangan sehingga dalam pelaksanaannya, pemfokusan tujuan ini berawal dari sekolah dasar.

    Di sekolah dasar, kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencerminkan suatu proses kerja sama, penghargaan, serta suatu pembentukan komunitas yang akrab itu sendiri. Dimulai dari awal ketika masuk sekolah, ketika diadakannya suatu upacara masuk sekolah yang merupakan suatu pengenalan mmengenai metode dan juga mengenai lingkungan sekolah itu sendiri. 



    Upacara masuk sekolah maupun upacara-upacara sekolah lainnya memiliki makna di mana anak-anak diajarkan untuk saling menghargai orang lain. Begitu pula halnya dengan kegiatan sekolah lainnya seperti makan siang dan membersihkan lingkungan kelas dan sekolahnya yang mengharuskan siswa-siswanya memiliki kelompok-kelompok dalam mengerjakan tugas-tugasnya. 




    Kegiatan-kegiatan ini memberi makna dan pengajaran sendiri dalam diri-diri anak bahwa dalam hidup kita harus saling membantu dalam artian membentuk suatu komunitas yang di dalamnya tetap terdapat saling pengertian dan menghargai satu sama lain, dan juga penghargaan terhadap kecintaan negeri sendiri.

    Suatu kelompok jalan yang terbentuk ketika berada di jenjang sekolah dasar merupakan pengajaran kepada anak suatu kemandirian, toleransi dan juga kedisiplinan khususnya. Di mana kelompok tersebut terdiri atas beberapa anak yang dipimpin oleh murid kelas 6. Mereka memiliki peraturan mengenai suatu batas waktu mereka pergi ke sekolah bersama, sehingga yang terlambat harus jalan sendiri. Berbeda dengan di Indonesia, yang kita ketahui sebagian orang walaupun terlambat 1 jam pun  mereka tidak sadar dan tidak merasa bersalah sama sekali.


    Dari kegiatan-kegiatan tersebut di atas, dapat disimpulkan proses pendidikan di Jepang itu berawal dari suatu pengalaman menuju kebiasaan (habit) dan diri (self), antara pengetahuan dan kesadaran semuanya itu kembali lagi kepada pendidikan sebagai proses social. Hal ini sangat berbeda ketika kita bandingkan dengan di Indonesia yang menganggap dan menitikberatkan pendidikan sebagai suatu proses pembentukan daya intelektual yang terlalu membebani pikiran anak-anak di sana pada umumnya. Sehingga tujuan yang sebenarnya ingin dicapai tidak terpenuhi secara maksimal. Sistem pendidikan di Jepang yang telah terbentuk dari kuatnya sebuah filosofi yang secara jelas dan tegas membahas dan memecahkan problema kehidupan mengenai moral dan mental. Intinya, suatu pengalaman merupakan kunci atau pegangan dalam proses pendidikan di Jepang khususnya kehidupan bersekolah di Jepang.


    sumber 
    http://www.flickr.com/photos/72581584@N00/sets/72157609193670586/
    http://www.education-in-japan.info/sub1.html 
    http://web-japan.org/kidsweb/explore/schools/index.html 
    Majalah Wajah Jepang Dewasa Ini
    Educating Hearts and Mind: Reflections on Japanese Preschool and Elementary School by Catherine C. Lewis. Cambridge University Press 1995
    Primary School in Japan: Self, Individuality and Learning in Elementary Education by Peter Cave


    Hima Rain

    nb, Tulisan ini adalah hasil pencarian literatur saya dan teman-teman mengenai pendidikan anak sekolah dasar di Jepang. Maaf bila ada kesalahan dalam tulisan ini, ini adalah rangkuman dari hasil presentasi saya dan teman-teman. Kalo ingin file power pointnya silahkan email saya. Akan kuberikan cuma-cuma. 

    Pembahasan tentang sistem pendidikan sekolah dasar di Jepang sangat menarik. Semakin kucari semakin kudapat pembahasan unik dan menarik. Ada satu bahasan unik yang tidak kumasukkan di sini. Mengenai randoseru atau ransel merah hitam yang biasanya digunakan anak sd ketika masuk sekolah. Ini sih cuma kategori unik. Yang benar-benar menarik adalah pengajaran dan sistem pendidikan sd di Jepang yang bertujuan pembentukan diri dan kebiasaan. Di Indonesia, kira-kira apa tujuan sekolah dasar sekarang? Silahkan jawab sendiri deh.