TUTORIAL

Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2014

Kupasan Singkat Hikaru No Go

Bismillah...

Onaji toki wo ima ikiteru kiseki ga sugoku ureshii kara nee..
tsugi au hi mo kitto ne isshouni waratte iyou yo..

Karena aku sangat senang meskipun itu keajaiban berada di sini bersamamu
Mari kita tertawa bersama lagi di hari pertemuan berikutnya

Umm beberapa pekan ini mengenang masa lalu lagi dengan menontonnya kembali. Potongan kalimat di atas adalah lirik lagu penutup anime yang mengingatkan masa kecil dulu terkhusus masa SMP. Hikaru no Go, sebuah judul anime adaptasi manga Jepang karya Yumi Hota dan ilustrasi dari Takeshi Obata. Sejak menontonnya di TV7 (sekarang Trans7) dulu saya jadi suka sama anime satu ini. Shindou Hikaru, pelajar kelas 6 SD yang menemukan papan permainan Igo milik kakeknya yang ternyata dihantui oleh roh Fujiwara No Sai yang dulu merupakan pemain Igo di zaman Heian. Sejak saat itu hanya Hikaru yang bisa melihatnya dan Sai pun hidup dan hinggap di pikiran Hikaru serta membuat Hikaru bermain Igo mewakili dirinya. Hingga ia bertemu Touya Akira yang merupakan anak jenius dalam bermain igo yang membuat Hikaru pun tertarik ke dalam dunia Igo. 

Saya suka jenis cerita seperti Hikaru no Go ini, cerita tentang cita-cita dan tahapan hingga meraihnya. Makanya tidak jarang saya juga senang dengan anime sejenis baik itu tentang sepakbola, tamiya, dan lainnya. Apa ya banyak sekali moral yang diberikannya. 

Hikaru no Go
Hikaru no Go yang dalam Bahasa Indonesia berarti Permainan Igo Hikaru. Igo itu adalah catur Jepang. Saya tertarik sekali untuk tau lebih dalam tentang cara bermain Igo ini tapi sayang muzukashii. Sulit banget. Saya kurang mengerti detailnya  tapi beberapa ada yang kumengerti tentang penguasaan wilayah batu, nama-nama peletakan batu dan sedikit tentang jenis kayu untuk membuat papan Igo. Untuk lebih jelasnya ada penjelasan di Rules Igo di Wikipedia.

Menarik banget lho, saya bisa tau ini hanya dengan menonton anime ini hohoho. Soalnya di akhir episode selalu ada pengajaran singkat dari Yukari Sensei (pemain Igo professional tingkat 5). 

nama segmennya Go Go Igo fufufu..
Selain tentang Igo sendiri, penggambaran dan cara menampilkan karakter tokoh-tokohnya juga sangat kuat. Siapa saja yang menonton anime ini saya yakin akan berkata iya juga untuk yang satu ini. Cerita manga Jepang memang sungguh detil dan menarik. Oiya sebelum menjadi anime pun, manga Hikaru no Go ini sudah mendapat penghargaan Shogakukan Manga (ini penghargaan bergengsi untuk karya manga lho). Umm menyesal saya tidak menjadikan anime ini sebagai bahan objek skripsiku dulu (baru sadar sekarang). Ide ceritanya sangat menarik dan untuk dijadikan bahan penelitian pun bisa dikaji dari banyak sisi. Bisa analisis karakter tokoh, bisa juga ditilik dari bahasa contohnya gaya bahasa cowok ataupun analisis makna juga bisa, dan bagian paling menarik adalah tentang sejarah juga bisa (sejarah Igo). Banyak kan yang bisa dipelajari dari sebuah anime. Yah 5 bintang untuk anime yang satu ini.


Ceritanya itu menariiiiiiiik sekali (liat kan liat kan berapa biji huruf i yang kuketikkan jadi tau dong semenarik apa fufu). Saya suka sekali dan ini sudah kali ketiga saya menontonnya. Sugoku ureshii.. Bahasa Jepang jadi teringat kembali, semangat untuk berlatih dan belajar makin bangkit juga. Karakter Shindou Hikaru yang semangat dan ceria itu menginspirasi, karakter Touya Akira yang penuh tekad pun tidak kalah menginspirasi. Saya senang saat menontonnya di tengah turunnya semangatku akhir-akhir ini, kemarin saya mendapat satu inspirasi yang sangat besar untuk terus maju dan percaya diri sendiri. Perasaan yang kalut dan kacau saat itu hilang saat menonton salah satu scene anime ini (padahal ini bagian paling menyedihkan di anime ini). Salah satu adegan di mana Sai menghilang dan Hikaru kemudian mencari Sai ke sana kemari tapi tidak dia temukan juga. Di masa galaunya itu Hikaru mendapat jawaban bahwa ia tidak boleh berhenti dengan cita-cita dan kesenangannya bermain Igo, apapun yang terjadi dan apapun kata orang. Humm galauku langsung hilang! Mou gambarimasu..

Nani yori mo jibun wo shinji tachimukauo..
Saya akan percaya diri sendiri lebih dari apapun
Sekian deh sedikit kupasan anime Hikaru no Go ini. Walaupun sudah segede ini saya tetap suka dengan Hikaru no Go, ceritanya bagus sih. Ne.. ii desuyo.



Hima Rain


Gambar hasil capture dari yutub sih dan info sebagian sumber lain berikut
http://www.tv-tokyo.co.jp/anime/hikaru/
http://en.wikipedia.org/wiki/Rules_of_Go
http://en.wikipedia.org/wiki/Hikaru_no_Go

Minggu, 26 Januari 2014

Kisah Pemilik Kebun

Bismillah...

Al Qur’an banyak sekali menyajikan kisah-kisah yang sangat patut untuk kita pelajari, pahami dan amalkan. Ada banyak kisah Nabi di dalamnya; Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, Nabi Yusuf, Nabi Yunus, Nabi Nuh, Nabi Ibraahim, Nabi Musa, Ashabul Kahfi, Ashabul Ukhdud, dan beberapa kisah lain yang tidak disebutkan namanya. Ada satu kisah dalam Al-Qur’an yang bila kita membaca dan memahaminya dengan baik maka mungkin akan kita pertanyakan lagi diri-diri ini apakah  pernah melakukannya dalam kehidupan kita atau tidak.

Dalam terjemahan Surah Al-Qalam ayat 17-33;

17.  Sesungguhnya Kami telah Menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah Menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka pasti akan memetik (hasil)nya di pagi hari,
18.  Tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan, “Insyaa Allah”),
19.  Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur,
20.  Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita*.
*Maksudnya: Maka terbakarlah kebun itu dan tinggallah arang-arangnya yang hitam seperti malam.
21.  Lalu mereka panggil memanggil di pagi hari:
22.  "Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya".
23.  Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik.
24.  "Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu".
25.  Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).
26.  Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),
27.  “bahkan tidak memperoleh apapun”**.
** mereka mengatakan Ini setelah mereka yakin bahwa yang dilihat mereka adalah kebun mereka sendiri.
28.  Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka: "Bukankah Aku Telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)***?"
*** yang dimaksud bertasbih kepada Tuhan ialah mensyukuri nikmat-Nya dan tidak meniatkan sesuatu yang bertentangan dengan perintah Tuhan seperti; meniatkan tidak akan memberi fakir miskin.
29.  Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".
30.  Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan.
31.  Mereka berkata: "Celaka kita!; Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas".
32.  Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.
33.  Seperti itulah azab (di dunia). dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui****.
**** Allah menerangkan bahwa dia menguji penduduk Mekah dengan menganugrahi mereka nikmat-nikmat yang banyak untuk mengetahui apakah mereka bersyukur atau tidak sebagaimana Allah Telah menguji pemilik-pemilik kebun, seperti yang diterangkan pada ayat 17-33. Akhirnya Pemilik kebun itu insyaf dan masuk Islam berbondong-bondong setelah penaklukan Mekah.

pic source
Pemilik kebun tersebut sangat yakin bahwa mereka akan memetik hasil kebunnya itu di pagi hari, dan mereka tidak ingat untuk mengucapkan Insyaa Allah (Jika Allah menghendaki). Mereka pun malah punya niat untuk tidak memberikan sedikit hasil mereka kepada fakir miskin. Saat mereka tertidur maka Allah turunkan bencana di kebun mereka. Kebun mereka terbakar dan tidak ada sisa sedikitpun. Keesokan pagi, tercenganglah para pemilik kebun. Mereka pun saling menyalahkan. Mereka pun sadar mereka adalah orang-orang yang melampaui batas. Akhirnya pemilik kebun insyaf dan bertobat kepada Allah.

Kisah ini berkaitan dengan ‘akhlak’, bagaimanakah jika kita terlalu mengandalkan usaha saja tanpa menyertakan Allah di dalam setiap usaha kita. Terkadang diri ini terlalu sombong karena dengan usaha sendiri. Padahal darimana datangnya semua usaha dan keberhasilan? Semua datangnya dari Allah.

Dari Abdullah Bin Mas’ud radhiayallahu’anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
وعن عبداللّه بن مسعودرضى اللّه عنه عن النّبىّ صلّى اللّه عليه وسلّم قال : لايدخل الجنّةمن كان فى قلبه مثقال ذرّةمن كبر ، فقال رجل : انّ الرّجل يحبّ ان يكون ثوبه حسناونعله حسنة ، قال : انّ اللّه جميل يحبّ الجمال . الكبر : بطرالحقّ وغمط النّاس (رواه مسلم)٠


“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah (ATOM) dari kesombongan.” Salah seorang shahabat lantas bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu)
Terkadang diri ini lupa untuk mengucapkan “Insyaa Allah”. Perkataan Insyaa Allah adalah salah satu bentuk kita menyertakan Allah dalam usaha-usaha kita. Keyakinan bahwa hanya Allah-lah yang mampu membuat segalanya di dunia ini terjadi atau tidak terjadi. Semoga membaca kisah ini akan mengingatkan diri sendiri dan semoga orang lain pun mendapatkan manfaatnya. Segala yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah. 
"Segala yang benar datangnya dari Allah dan yang salah dari diri pribadi ini, semoga Allah mengampuni."


Hima Rain 

Rabu, 22 Januari 2014

Taiko: Sebuah Resensi dan Perbandingan Unsur Sejarah di dalamnya

Bismillah...

Taiko, salah satu karya besar  Eiji Yoshikawa yang merupakan salah satu novel berlatar belakang sejarah yang menceritakan seluk-beluk kehidupan panjang salah seorang pemersatu Jepang yang memiliki gaya kehidupan yang sangat unik dan menarik. Ini adalah sebuah karya yang sangat hebat. Eiji Yoshikawa mampu menceritakan kisah sejarah dengan bahasa sastra yang sangat indah dan mudah dimengerti. Secara tidak langsung novel ini membawa pembaca seakan-akan terbawa dalam suasana kehidupan Toyotomi Hideyoshi dari kecil hingga akhir hayatnya. Sekali membaca novel ini, kita akan penasaran dan terpengaruh dengan intrik-intrik kejadian yang disuguhkankan dalam novel Taiko ini.



Novel ini bisa menjadi salah satu referensi sejarah mengenai para pemersatu Jepang. Novel ini sangat bermanfaat terutama untuk mempelajari kebudayaan lampau Jepang pada saat itu pra Edo. Masa-masa peralihan pedang samurai ke senjata api, novel ini mendeskripsikan dan secara tidak langsung memperkenalkan watak-watak orang dan tindakan-tindakannya.  

Sinopsis

Menjelang abad ke-16, kekaisaran Jepang dalam keadaan kacau-balau dan keshogunan pada masa itu mengalami ketimpangan dan panglima-panglima perang berusaha saling memperebutkan kemenangan dan kekuasaan, di tengah-tengah ketimpangan tersebut muncul 3 tokoh besar yang nantinya akan berusaha mempersatukan Jepang. Nobunaga yang gegabah, tegas dan brutal ; Tokugawa, tenang, sabar, dan penuh perhitungan, dan ketiga Hideyoshi yang sederhana, halus dan cerdik. Dan orang ketiga inilah yang merupakan kunci cerita novel ini. Hideyoshi seorang anak yang lahir di Provinsi Owari, desa Nakamura adalah anak tengah keluarga petani bernama Yaemon. Hideyoshi lahir tahun 1536. Pada waktu muda sebelum mengabdi pada Nobunaga, Hideyoshi meninggalkan rumah dan berkelana. Ia hidup dan telah melakukan berbagai macam pekerjaan. Kemampuannya dalam melihat watak manusia semakin terasah berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun. Hiyoshi, nama panggilannya, bekerja sebagai pesuruh pada Hachisuka Koroku.

Kemudian ia mengabdi dan bekerja sebagai pesuruh yang bekerja untuk pemilik Istana Zudaji yang bernama Matsushita Naganori (alias Matsushita Takahei) dan putranya Matsushita Yukitsuna yang juga menggunakan nama alias yang sama seperti ayahnya (Matsushita Kahei).  Namun karena wataknya yang cerdik dan sederhana membuat orang banyak iri padanya sehingga ia difitnah dan diusir pergi dari Istana Zudaiji. Dalam masa mengelana itulah, Hiyoshi bertekad untuk mengabdi pada Nobunaga. Dan akhirnya, ia mampu dan berhasil menjadi pengabdi Oda Nobunaga, sang penguasa Owari.

Selama bekerja pada Nobunaga posisinya yang dulunya pembawa sandal kemudian menanjak dengan sangat cepat, dia ditugaskan di dapur kemudian menjadi petugas penjaga kayu bakar dan akhirnya diizinkan untuk menjadi pemimpin pasukan infantri. Dan namanya berubah menjadi Kinoshita Tokichiro. Tidak lama kemudian Kinoshita Tokichiro menikahi Nene, salah seorang anak abdi Nobunaga. Setelah menikahi Nene, Kinoshita Hideyoshi, perubahan nama kali kedua, membangun benteng di Sunomata dan menjadi pemimpin benteng tersebut.

Hideyoshi pun selama masa itu melakukan banyak sepak terjang yang sangat tidak diduga-duga karena perlawannya yang tanpa menggunakan peperangan melainkan melalui perundingan dan strategi dan taktik yang sangat sederhana namun berhasil. Bersama dengan Nobunaga, Hideyoshi berhasil menaklukkan benteng Inabayama. Kemudian memasuki Kyoto, dan mengabdi di bawah Shogun Yoshiaki. Pada saat berada di Kyoto, mereka berdua melakukan penguasaan di daerah Omi dan Echizen.  Karena melihat keadaan negeri yang sangat berantakan disebabkan tingkah sang shogun, bersama Nobunaga ia menjatuhkan Shogun. Nobunaga pun diangkat menjadi shogun kemudian membangun istana Azuchi di Omi. Dalam masa kekuasaan Shogun Nobunaga, Hideyoshi membangun dan menaklukkan beberapa benteng, yaitu benteng Nagahama, benteng Miki dan Tottori. Namun pada saat Hideyoshi melakukan  penaklukkan di  benteng Takamatsu, salah satu mantan pengikut setia Nobunaga yang sakit hati membunuh Nobunaga di kuil di Kyoto.

Pada saat itulah, Hideyoshi pun mengalahkan Mitsuhide di Yamazaki. Hideyoshi berperang melawan Shibata Katsuie yang menentangnya secara politik. Karier Hideyoshi melesat cepat dan ia memiliki jiwa memimpin. Bahkan dia berhasil menjadi pemimpin saat krisis. Ketika Nobunaga meninggal dibunuh Mitsuhide, dia mengobarkan semangat untuk menuntut balas. Tak cuma di situ, ketika Nabukatsu dan Nobutaka -anak kedua dan ketiga dari selir Nobunaga- saling berebut kekuasaan, Hideyoshi menengahi perselisihan (meski pun pada sisi lain yaitu untuk menyelamatkan dirinya) dengan mengangkat Samboshi, cucu Nobunaga dari (putra mahkota) Nobutada yang ikut meninggal bersama Nobunaga. Karena Samboshi masih bayi, maka Hideyoshi menjadi walinya.

Hideyoshi kemudian meneruskan perjuangan Nobunaga, menyatukan Jepang dan kemudian menjadi wakil kaisar. 

~o0o~

Sebuah novel yang sangat tebal, sekitar 1140 halaman. Buku yang tidak mungkin dibaca dalam sekali duduk namun buku ini mampu membuat pembaca penasaran sebelum menyelesaikannya hingga akhir. Dalam novel ini terdapat beberapa nama yang betul-betul ada dalam sejarah. Novel ini termasuk salah satu literatur sejarah sehingga memiliki unsur sejarah yang cukup banyak. Di antaranya sang Taiko sendiri, yang dalam novel ini dikisahkan dari lahir hingga wafatnya. Toyotomi Hideyoshi merupakan sang pemersatu Jepang yang namanya tercatat dalam sejarah Jepang. Yang pada awalnya mengabdi pada Oda Nobunaga. Kemudian sang pelanjut cita-cita Nobunaga dan Hideyoshi yaitu Tokugawa Ieyasu.

Berdasarkan tokoh-tokoh yang ada selain di atas ada beberapa tokoh yang namanya memang tercatat dalam sejarah yaitu para pemimpin samurai, berikut;
  •  Imagawa Yoshimoto, pemimpin dan penguasa Provinsi Imagawa,  klan Imagawa. Yang memulai proses penyatuan Jepang namun ketika pasukannya berangkat menuju ibukota pada tahun 1560 pasukannya ditahan oleh Nobunaga yang pasukannya jauh lebih kecil.
  • Saito Dosan, penguasa provinsi Mino. Merupakan mertua dari Nobunaga. Ia menikahkan Nobunaga dengan putrinya dengan tujuan politik.
  • Hachisuka Hikoemon, dulunya Hachisuka Koroku, merupakan pengabdi Toyotomi Hideyoshi yang dahulunya merupakan pemimpin Hideyoshi sebelum masa jayanya.
  • Asai Nagamasa, Daimyo kedua dari keluarga Asai yang kemudian menjadi pemimpin klan Asai. Karena bersebrangan dengan Oda Nobunaga dia akhirnya dinikahkan dengan saudara perempuan Oda yg bernama Oichi pada tahun 1564 untuk menghindari perpecahan / pertempuran.
  •  Akechi Mitsuhide, penguasa provinsi Tamba. Merupakan pengikut Oda Nobunaga namun karena sakit hati dengan Oda Nobunaga membunuh Oda Nobunaga.
  • Shibata Katsuie, penguasa provinsi Echizen.
  • Mori Terumoto, penguasa provinsi-provinsi sebelah barat.
  • Shogun Yoshiaki, shogun yang memerintah sebelum Oda Nobunaga
Selain tokoh-tokoh sejarah, beberapa peristiwa penting pun terdapat di dalam novel ini, beberapa di antaranya;

  • Pertempuran melawan Imagawa Yoshimoto pada 1560, tuan tanah wilayah jalur pantai di sebelah timur Nagoya modern, ketika itu pasukannya berangkat menuju ibukota dan pasukan itu ditahan oleh pasukan yang lebih kecil di bawah Oda Nobunaga, yang letaknya sepanjang jalur perjalanan.
  • Pada tahun 1568, sewaktu Oda Nobunaga pergi ke ibu kota (Kyoto), Hideyoshi bekerja bersama-sama dengan Akechi Mitsuhide di Kyoto.
  • Pada 1571, diserangnya dan dibakar habisnya kuil-kuil di gunung Hiei oleh Oda Nobunaga.
  • 1573, ketika itu Oda Nobunaga bersama Toyotomi Hideyoshi bersama-sama menjatuhkan shogun Yoshiaki. 
  • Diangkatnya Oda Nobunaga sebagai Shogun.
  • 1580, Ishiyama Honganji di Osaka, berhasil ditaklukkan.
  • Pada bulan Juni 1582, ketika sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan Hideyoshi, Nobunaga bermalam di sebuah kuil di Kyoto, salah satu vassal seniornya Akechi Mitsuhide, yang sedang memimpin pasukan tambahan mrnuju tempat yang sama, tiba-tiba berbelok keluar jalur dan menyerang Nobunaga dan Nobunaga bunuh diri karena terluka di dalam amukan api.
  • Pada tahun 1583, Hideyoshi mendirikan Istana Osaka di bekas kuil Ishiyama Honganji.
  • Pada tahun 1585, Hideyoshi menjadi anak angkat Konoe Sakihisa sehingga bisa mendapat gelar Kampaku dari kaisar. Tahun berikutnya (1586), Hideyoshi menerima nama keluarga Toyotomi, menjalankan tugas sebagai Daijō Daijin dan melakukan konsolidasi kekuasaan.

Ada beberapa hal yang patut dicatat dari novel ini yaitu, perkembangan budaya yang terjadi pada masa Toyotomi Hideyoshi ini yaitu,
  1. Berkuasanya daimyo-daimyo di beberapa provinsi.
  2. Samurai pada waktu itu memegang kekuasaan yang sangat besar.
  3. Perkembangan agama Buddha dan beberapa-beberapa sekte-sekte yang  menyimpang dari ajaran Buddha pada waktu itu.
  4. Bushido (jalan samurai) merupakan pedoman yang sangat dijunjung tinggi samurai. Pada zaman ini Bushido betul-betul sangat berkembang dan digunakan para samurai-samurai dalam kesehariannya, beberapa di antaranya adalah kesetiaan dan kerja keras.
  5. Adanya peralihan penggunaan pedang samurai ke senjata api.

Menurut kesimpulanku, perbandingan sejarah dengan novel “Taiko” ini adalah terdapat latar belakang sejarah dan budaya yang cukup signifikan yang bisa diambil dari novel ini. Cakupan sejarah di  dalamnya sekitar 75 % dan sisanya memiliki unsur-unsur sastra yang lumayan banyak.

Kesan setelah membaca buku ini yaitu mengajarkan banyak hal dan juga sangat bermanfaat apalagi berfungsi ganda sebagai literatur sejarah dan novel. Selain unsur sejarah, banyak hal-hal yang bisa dipetik dari buku ini. Kerja keras, pengabdian, dan perjuangan abdi terhadap junjungannya. Dan juga mengenai "dasar kepemimpinan" yang dapat kita petik dari novel ini. Intinya, novel ini merupakan karya yang patut untuk dibaca dan dijadikan referensi sejarah Jepang.

Sumber:
Yoshikawa, Eiji. 2007. Taiko. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Beasley, W.G. 2003. Pengalaman Jepang: Sejarah Singkat Jepang. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia


Hima Rain

Senin, 20 Januari 2014

Prasangka Baik, Yuk Membangunnya!

Bismillah...

Benar saja kata seorang teman tentang menjemput rindu, kadang rindu itu mesti dijemput untuk mencairkan segala yang selama ini beku dan keras tak beraturan, yaitu prasangka. Rindu itu komponen yang sedikit demi sedikit membentuk dua rasa yang mesti ada kehati-hatian di dalamnya karena bila dipupuk dengan prasangka tidak baik, maka pikiran akan menyokong kita untuk berpikiran buruk dan lama kelamaan mengajak hati untuk berbuat hal serupa. Prasangka itu terbangun atas dasar ketidaktahuan kita. Padahal pada dasarnya kita tidak punya hak untuk berprasangka tidak baik karena kita tidak mengetahui apa-apa, tidak ada yang kita ketahui dengan betul di dunia ini. Tidak ada kamera 24 jam yang kita punya untuk memonitori segala aktifitas di dunia ini. Kita punya keterbatasan yang tidak dipunyai Sang Rabb. Jadi apa gunanya berprasangka tidak baik. Terkadang apa yang kamu lihat belum tentu benar.

Sekarang bila yang terjadi adalah prasangka buruk dalam hati dan pikiran, bagaimana kita menghalaunya? Ada satu cara ampuh yang tidak lain dan tidak bukan dengan melakukan hal sebaliknya yaitu berprasangka baik. Mungkin ada yang pernah bertanya bagaimana caranya?? Terkadang malah ingin hati berprasangka baik, apa daya malah muncul bisikan prasangka tidak baik. Ada satu kata kunci yang mesti digarisbawahi nih, bisikan. Bisikan itu terkadang muncul dari sesuatu yang tidak ingin membuat kita baik jadinya upaya kerasnya terus-menerus mencoba melekat dari balik luar hati kita. Ingat hati itu punya suara, dan suara yang paling baik adalah dari hati. Terkadang kita harus mengenalnya dengan bak untuk mendengar suaranya hehehe.

Cara yang paling baik untuk membangun prasangka baik ada dua cara; 

  1. Tabayyun (konfirmasi), tanyakan kembali hal yang mengganggu hatimu. Ada kalanya menanyakannya langsung ke orang yang bersangkutan akan membuka semua tabir prasangka. Semua yang dikiranya buruk ternyata bukan itu yang terjadi. Sekali lagi, terkadang apa yang kamu lihat belum tentu benar. Pertanyakanlah, seperti kata pepatah Malu bertanya sesat di jalan. Pepatah yang cukup banyak manfaat yang bisa kita gali darinya. 
  2. Diam dan sabar. Kalau kita tak sanggup bertanya maka diam dan sabarlah. Diam bisa menjadi emas dan sabar bisa saja menghasilkan berlian. Kita tidak tahu maka ada baiknya kita diam. Diam akan menutup pintu untuk berprasangka tidak baik. Diam bisa pula menghalangi pula perkataan tidak benar. Diam pun harus disertai dengan sabar karena bila tak sabar maka diam akan berhenti menjadi diam. Jika diam tak lagi menjadi diam maka hati yang sedari tadinya sabar dan tenang maka bisa saja disisipi suara-suara tidak benar yang menjerumuskan. Fiuh...
pic source

Yah berprasangka baik itu melatih dan menjaga hati untuk selalu bersih. Hati bersih maka pikiran pun bersih, duo komponen yang saling berkait.  Yuk berprasangka baik, bismillah~


Hima Rain

Selasa, 14 Januari 2014

Shalat Sekenanya

Bismillah...

Berikut ini adalah potongan cerita yang kukutip dari Majalah Ar-Risalah, semoga bermanfaat dan sebagai bahan muhasabah, cekidot~

......o0o......

Pada suatu sore hari, hampir satu jam selepas Ashar, di masjid dekat kampus masih ada beberapa orang yang tengah menunggu waktu dimulainya sebuah kajian rutin.


Sementara, seorang laki-laki dewasa masuk tergopoh-gopoh sambil menyeka air bekas wudhu di mukanya. Masih sambil berjalan, dia mengurai lintingan celana jins warna birunya. Sejurus kemudian mengikatkan handuk kecil yang semula ada di pundaknya pada bagian dengkul yang terbuka menganga. Mendadak langkahnya berhenti, dia memutar kuncung topinya ke belakang, lalu bertakbir dan memulai shalat ashar.

Sungguh pemandangan yang nampak aneh, kostumnya -celana jin biru belel, dengan ikatan handuk di dengkulnya, kaos oblong dengan gambar dan bertuliskan BOB MARLEY, serta topi yang kuncungnya dibalik di belakang- sulit dipercaya kalau lelaki dewasa itu tengah menjalankan shalatnya. Apalagi gerakannya yang cepatnya tak terduga. Sesekali pandangannya datar ke depan, atau juga sedikit mendongak ke atas ke arah sudut antara eternit dan dinding masjid. Belum tiga menit, 'drama shalat kilat' itu pun usai. Pelakunya menyudahi dengan salam yang juga tak sampai sempurna, bersambung dengan tengadah tangan sebentar kemudian diusapkan ke muka (berdoa) seraya berdiri dan ngeloyor keluar lagi. 'Drama' seperti itu, mungkin para pembaca juga pernah menyaksikannya.

Kini marilah kita bandingkan, bagaimana di antara para pendahulu kita melaksanakan kewajiban serupa. Ketika ditanya tentang bagaimanakah dia melaksanakan shalat, Hatim Al-Asham menceritakan, "Jika tiba waktunya shalat, aku sempurnakan wudhuku dan segera pergi ke tempat aku ingin shalat di dalamnya."

"Kemudian aku berdiri untuk shalat, dan aku jadikan Ka'bah ada di hadapanku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, dan malaikat maut ada di belakangku. Aku bayangkan seolah-olah bahwa shalatku ini adalah shalat terkahir bagiku. Aku berdiri dalam shalat dalam keadaan harap dan takut."

Dalam kesempatan lain dia juga berkata, "Aku berdiri karena untuk melaksanakan perintah-Nya, berjalan dengan rasa takut, memulainya dengan niat, membaca takbir memulainya dengan niat , membaca takbir dengan penuh pengagungan, dan membaca AlQuran dengan taril serta tafakur. Aku rukuk dengan khusyu', sujud dengan tawadhu', duduk tasyahud dengan sempurna dan mengucap shalat dengan niat. Aku menyudahi shalat dengan ikhlas karena Allah, dan aku pun merenungkan nasibku dengan perasaaan takut; khawatir jika Allah tidak menerima shalatku."

Manakah yang lebih baik antara yang pertama dan yang kedua? Kiranya kita bisa menyimpulkannya.

Penting kita catat, bahwa di samping shalat memang sebuah kewajiban yang harus kita tegakkan, ia juga merupakan syiar yang paling tinggi dari agama ini. Jika itu kita rendahkan dengan cara mengerjakan sekenanya, niscaya jatuh dan rendah pula harga diri pribadi dan agama kita ini. Wallahu A'lam.

sumber: Majalah ar-risalah no.70/Th.VI hlm. 27

Selasa, 29 Oktober 2013

Jatuh Itu...

Bismillah...
proses jatuh itu untuk bisa bangun lebih cepat dan maju lebih baik 
"Ada anak kecil yang berlari dengan cepat dan berwajah begitu bahagia saat tengah bermain kejar-kejaran dengan teman-teman sebayanya. Anak ini begitu bahagia hingga tak melihat ada batu besar yang kemudian membuatnya tersandung dan jatuh dengan cukup keras. Hidungnya mengeluarkan darah dan jidatnya tergores hingga mengalirkan darah pula. Anak ini tanpa dikomando menangis keras dan masih dalam posisi jatuhnya. Ibunya tidak ada, kerja yang sibuk membuatnya tidak berada di rumah. Hanya nenek yang sudah rabun dan agak tuli yang menemaninya, karena itu tangisannya tidak terdengar oleh si nenek", papar Ibu Guru sambil menarik napas dan menghentikan ceritanya.

"Teman-temannya hanya melihat tanpa membantunya sedikitpun. 10 menit menangis dengan keras membuatnya lelah dan tangisannya berhenti dengan sendirinya. Ia bangun perlahan dan kemudian dengan tumpuan tangan dan lututnya, anak ini mulai berdiri lalu menghapus sisa darah di hidung dan jidatnya. Dipandanginya teman-teman bermainnya tadi dengan tatapan sedih, kini mereka kembali bermain seperti tidak ada yang terjadi. Mereka mungkin tidak peduli atau tidak mengerti kalau tadi anak itu jatuh dan merasa sangat sakit. Sekarang anak itu sudah bangun, seperti saat sebelumnya ia kembali lagi berlari dan menghampiri teman-teman bermainnya dan tersenyum kembali. Tanpa ada yang tau, hatinya tadi sudah sedikit tergores dengan kejatuhan yang tidak ada bantuannya itu", tutur Ibu Guru menutup ceritanya sembari menutup pula buku bacaan di tangannya.

Pernahkah kalian mengalami hal seperti yang dialami anak di atas itu? Kasian ya, saat jatuh dan tidak ada yang menolong. Padahal tangisan yang keras itu adalah sinyal pemanggil untuk orang-orang di sekitarnya supaya dia dibantu. Memang nih Al-Insan, manusia itu tempatnya salah, khilaf, lupa, dan kadang tidak peka. Hum, sebagai manusia kita mesti terus berusaha belajar untuk menjadi jauh lebih baik lagi bagi diri dan sekitar kita. 

Tapi di balik jatuhnya anak kecil tadi ada hikmah yang bisa diambil darinya. Ia bisa bangun sendiri setelah jatuhnya dan bisa tersenyum sendiri tanpa bantuan orang lain. Anak yang tegar, iri dengannya. Proses jatuh itu memang untuk membuat proses bangun itu bisa lebih cepat. Yosh gambare anak kecil. Walaupun saya yakin dari tuturan cerita Ibu Guru tadi ada terselip rasa sakit hati anak tadi yang tidak disebutkan solusi lanjutannya. Luka yang diibaratkan duri-duri yang mengeliling batang mawar si cantik. Kawaisou nanda.


Jatuh itu adalah bergesernya posisi sesuatu dari tinggi ke rendah dalam keadaan yang sangat tiba-tiba, tidak diketahui, tidak disengaja, dan itu terjadi dengan sangat cepat. Kadang menimbulkan luka akibatnya atau tidak terjadi apa-apa karenanya. Tapi yang pasti jatuh pada makhluk hidup itu selalu sakit, ada atau tidak luka yang ditimbulkannya. Kadang lucu ya kalo ada orang yang jatuh paling sering ditanya begini, "Tidak apa-apa?". Aduh, jatuh itu sakit lah, tidak usah ditanya. Mestinya pertanyaannya diganti menjadi, "Bagian mana yang sakit?". Pertanyaan itu jauh akan lebih bijak dan bisa menimbulkan solusi yang tepat untuk mengobati *smile.

Pernah jatuh? Ah pasti pernah, cepat bangunnya ya!


Hima Rain

Sabtu, 15 Juni 2013

Ramadhan sebentaaar lagi

Bismillah...


Lebaran sebentar lagi

Berpuasa sekeluarga
Sehari penuh yang sudah besar
Setengah hari yang masih kecil
Alangkah asyik pergi ke masjid
Shalat tarawih bersama-sama

itu potongan lirik yang kuingat dari lagu Lebaran Sebentar Lagi yang dipopulerkan beberapa tahun lalu oleh Bimbo. Lirik yang simpel, keasyikan dan kebersamaan dalam bulan Ramadhan. Ingat lirik ini langsung ingat momen-momen Ramadhan dan lebaran tahun-tahun yang sudah lewat. Kurang lebih sebulan lagi kita akan menghadapi bulan suci tersebut kalau Allah masih mengizinkan. 

Kira-kira apa yang harus kita persiapkan menjelang bulan Ramadhan ini. 

1. Diri
Menyiapkan diri mulai dari fisik hingga ruhiyah kita. Kalau fisik sebisa mungkin kita latihan berpuasa untuk menghadapi bulan puasa sebulan penuh pada Ramadhan nanti. Perbanyak makan-makanan sehat dan berolahraga. Yah, seperti hari-hari biasanya. Namun kita harus lebih menjaga kesehatan lagi. Bukankah kalo lebih baik dari hari ini adalah sebuah keuntungan?! Selain fisik ruhiyah kita pun patut kita beri makan. Makanan seperti apa yang dibutuhkan oleh ruhiyah kita? Yaitu makanan peng-upgrade-an keimanan. Sebisa mungkin setiap harinya kita mengupgrade keimanan kita dengan selalu mengingat Allah (ini yang paling penting), berdzikir, beribadah wajib dan sunnah, perbanyak membaca Al-Qur'an, dan senantiasa mengikuti kajian-kajian Islami guna menambah tsaqofah Islamiyah. 

2. Membuat jadwal kegiatan
Jadwal kegiatan seperti apa, kalian pasti bertanya-tanya. Mulai saat ini buatlah jadwal kegiatanmu mulai dari kegiatan sahurmu hingga tarawih. Sebisa mungkin semua waktumu bermanfaat di bulan Ramadhan nanti. Jangan sia-siakan waktumu di bulan Ramadhan dengan hal yang sia-sia.

3. Buat matrix pencapaian
Kira-kira kalau tahun lalu kamu punya bolong-bolong puasa atau tidak khattam Al-Qur'an, tahun ini kamu harus lebih lagi dari tahun lalu. Kalau bisa sih lebih banyak lagi hal-hal yang kita tambah untuk pencapaian-pencapaian lain di bulan Ramadhan nanti. Membuat matrix seperti ini akan lebih mengingatkanmu dan membuatmu lebih mengingat hal-hal yang akan kamu lakukan nantinya.

4. Jangan lupa ya, ganti puasa kamu yang belum terbayar waktu puasa tahun lalu bagi wanita khususnya nih.
Nah, itu saja kira-kira sedikit persiapan-persiapan dari hima yang semoga saja bermanfaat. Ramadhan sebentar lagi lo. hehehehe..

sumber gambar dari fb yusuf mansur network


Hima Rain

Senin, 13 Juni 2011

I am here

I am here with all my condition
I hope all---- my preparation
Can help and join my action
Reality has to change the fiction
And re-action


Senin, 16 Mei 2011

Dari hati ke h.a.t.i.

Kemarin kurebut surat dari hati yang sedang marah

Ia menyapa, "Apa kabar kawan?"

Ku ingin tahu kabarmu di dalam sana.

Apa kau masi seperti saat kita bertemu dulu?

Masih memiliki ria di kala semua orang berduka?

Masih memiliki bangga kala semua nyawa berdusta?


Aku benar. Aku selalu benar.

Sekarang aku merah

Merah sebenar-benarnya darah

Semerah-merahnya api yang semakin disulut semakin merekah

Kawan nun jauh di dalam sana


Aku berair, tumpah ruah di dalam danau tangisan

Tangisannya membanjiri situs-situs kebanggaanku

Hanyut pula kemudian.... terbang


Kubawa tubuhnya ke bejana kebohongan

Isinya air.. jernih tak meyakinkan

Kusuruh ia membasuh dirinya dan diriku

Agar diriku.. SEDIKIT saja tersiram


Menemukan jernih itu sulit kawan.

Diriku membakar air

Membakar hingga ia kering

Tak bernafas lagi lengkung biru

Bersisa awan kegelisahan

Minggu, 30 Januari 2011

Kata Pak Mario (1)

Kata Pak Mario, yang kukutip dari akun fb beliau..

Seorang rekan muda bertanya,

Apa rahasia karir Pak Mario?

Saya tidak begitu pandai,
tidak rajin-rajin banget,
tapi tegas memaksa diri sendiri
untuk belajar dan berhasil
dalam pergaulan yang baik.

Saya menjadi karyawan
yang menghasilkan,
dan wirausahawan yang giat.

Saya menjadi anak, suami,
dan ayah yang penyayang.

Dan yang ini penting,

Saya meminta Tuhan
untuk menggunakan saya
bagi kebaikan hidup sesama.

Itu!

Uhmmm, I Like it

Minggu, 12 Desember 2010

Transform

OKAY... I'LL CHANGE MY LIFE TO BE ABSOLUTE FIRST.....