TUTORIAL

Tampilkan postingan dengan label hima the explorer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hima the explorer. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Agustus 2014

Hima the Explorer: Berburu Handmade di Pameran Industri Kreatif

Bismillah...

Hari ini sembari refreshing dari kegiatan fullku beberapa pekan ini, saya jalan-jalan ke pameran industri kreatif di benteng rotterdam. Beberapa hari yang lalu dapat info kalau akan ada pameran di sana dan saya excited bingits mau liat-liat ke sana. Pameran berlangsung dari kamis hingga sabtu. Dari kamis saya ingin ke sana namun karena ndak sempat jadinya baru sabtu sore kemarin saya ke sana. Berdua dengan kak Uli, salah satu sahabat Airin (crafter). 

Pertama saya masuk ke pintu gerbang langsung disambut dengan kerajinan ekologi yang lumayan cakep-cakep. Mataku menjelajah mencari stand Komunitas Flanel Sulsel. Karena minus mataku bertambah jadinya saya harus memicing-micingkan mata melihat stand yang banyak itu. 

ini kerajinan toraja dan ekologi juga di baliknya

ini stand kerajinan bugis deh kayaknya

ni isepertinya sutra eh itu mainan yang di sudut lucu   

tadaa stand komunitas flanel sulsel, diriku tidak adaaa huhu :(

ini stand qui-qui dan clay
Setelah nemu mereka di sudut eh nggak sangka mereka akan mengadakan workshop clay. Well saya tidak membuang kesempatan buat ikut. Sudah lama airin pengen buat clay.

bahan dan alat...

itu... itu gurunyaaa mbak dewi arin
Oke pertama kalinya membuat clay itu mendebarkan, canggung karena belum kenalan ma gurunya juga hehe, dan lagi tanganku rada gemetar soalnya susah bingits membentuknya. Ummm lebih mudah buat nastar deh. Setelah nyaris setengah jam akhirnya jadi juga dan this is it... my first...

Seusai ngeworkshop saya pun memutuskan mengikuti langkah k uli melihat stand kreasi. Di sana saya tidak tahan untuk membeli karya- karya lucu. Huaaa rakus handmade. Saya nyaris lama banget di dua stand ini dan tidak sempat keliling ke stand lain berlama-lama. Saya pun sempat berkeliling sedikit di area benteng sambil mengenang masa lalu saat kkn di sana. Banyak yang berubah, kemarin juga saya lupa mengunjungi pak sule dan staf lain karena sudah hampir magrib juga.

almost sunset...
Oke saya dapat view siluet sunset menarik lagi. Ntar kupublish di blog hima sky ku. Di sini satu aja deh.
Eh seusai foto-foto saya singgah ke stand lagi dengan kilat biar gak pulang telat hehe dan saya paling excited sama stand tanaman. Woaaa go green ayo mari kita singgah. Dan saya membeli tanaman jeruk kalamansi karena menurut bapak-bapaknya tanaman ini tumbuhnya tidak terlalu tinggi-tinggi amat dan cocok buat pekarangan kecil.

bapaknya ramah banget
ibu-ibu yang jaga antusias banget lho kami jadi beli tiga deh... ini recycle lampu bohlam lhooo

Oke sudah magrib dan waktunya pulang. Ummm, masih banyak juga teman crafter dan beberapa stand lain yang belum sempat kukunjungi karena sudah magrib. Fiuh tapi refreshing jadi dan nemu handmade lucu-lucu. Berikut hasil berburuku.

banyakan gantungan kunci

tanaman jeruk kalamansi

Setelah refreshing hati rasanya puas, senang, dan rasanya semua masalah hilang :)

Hima Rain

Minggu, 23 Februari 2014

Hima the Explorer feat Indah (Aqiqahnya Yenni no akachan)

Bismillah...

Tahun lalu saya mengunjungi Perum Tumalia Maros untuk menghadiri walimah sobatku dan tahun ini kali keduanya saya ke sana lagi untuk menghadiri aqiqah anaknya. Waah tidak terasa waktu cepat berjalan. Setiap ke Maros selalu saja ada sesuatu yang menarik, kali ini saya diterpa hujan dan angin kencang sewaktu akan pergi. Awal mula akan bepergian menggunakan motor bersama Indah, temanku, jadi kuurungkan karena kekhwatiran berlebihanku dengan hujan dan jalanan licin. Dan benar saja perjalanan ke sana fiuh jauhnya. 

perum tumalia
Kami pun dipinjamkan payung oleh ayahnya Indah namun sayang payung itu tidak kami bawa pulang setelahnya, hiks kelupaan di pete-pete (red; angkot). Sori Indah's Father. Kami 3 kali naik pete-pete mulai dari depan MP, lanjut di depan flyover kemudian terakhir di depan asrama haji sudiang. Nah saat memasuki Maros kami mendapati pemandangan tidak biasa di sepanjang jalan. Banyak sekali tentara, polisi, dan anak-anak sekolah. "Ada apa ya?", pikirku. Setelah mengingat-ingat ya baru sadar kalo hari ini Pak SBY mau pulang  dari perjalanannya ke Toraja, so mereka semua jadi pengantar sang presiden kita untuk kali kedua. 

Kami tiba di tempat tujuan itu pukul 4 dan alhamdulillah sekali yaaa sumringah dan hilang capeknya pas liat dede bayi cantik fufufu walaupun kami berdua tidak sempat bertemu Ichi guruppu lainnya, yaitu Ani da Nunu. Hanya setengah jam kami di sana dan kamipun pulang. Pas pulang pemandangan anak-anak di pinggir jalan tadi masi ada walaupun sedikt berkurang dari sebelumnya. Saya salut sama anak-anak SD itu, rela hujan-hujan dari pagi. Padahal ya mulai dari kami pergi sampai pulang pun ternyata Pak SBY belum lewat-lewat juga, masya Allah setianya mereka. 

Ah jadi ingat waktu kecil saya juga pernah begitu, diinstruksikan oleh guru untuk berbaris di tepi jalan dan pegang bendera sampai sore. Pas Pak Harto lewat fiuh tangannya pun tidak kuliat, mobilnya pun tidak. Haha saya masi pendek waktu itu jadinya tidak liat apa-apa deh. 

Nah setelah maros kami lanjut menuju ke Carrefour mencari payung yang sekiranya mirip dengan yang hilang tadi tapi hasilnya nihil, tidak ada satupun yang sama. Walaupun sedikit kecewa namun hari ini kesampaian juga membeli satu buku. Wishlist bulan ini terpenuhi, alhamdulillah... Pulang dengan senang walaupun pegal-pegalnya minta ampun. 


*O, iya kemarin dua kali dalam sehari saya naik pete-pete selalu ada bule di dalamnya hahaha. 


Hima Rain

Selasa, 12 Maret 2013

Hima the Explorer feat Uli n Niji (yenni no kenkon)

Bismillah...

Melelahkan, bertolak dari jalan sudirman makassar menuju maros. Perjalanan kuhabiskan kurang lebih 2 jam ditambah transit di depan patung ayam daya sembari menunggu teman jalan datang, uli. Hari ini sahabatku menikah. Senangnya jadi ratu sehari. Bertempat di perumahan tumalia maros kami pun bertandang.


Tiba pukul 12 lewat di perumahan ini dan dihujani hujan rintik-rintik yang kurang romantis. Saya pernah ke rumah yenni kalau tidak salah setahun atau dua tahun lalu jadinya agak sedikit lupa-lupa ingat. Dengan mengandalkan ingatan minim ini saya pun berusaha menebak, sama ketika mencari gerbang perum ini tadi. Teruuus belok kanan ada lapangan belok kiri pada belokan kedua dan kelihatan deh janur kuning.


Tiba di sana...
2 wanita berbatik dan berpayung dengan langkah malu-malu memasuki tempat nikahan. Eh..

Aw, saat masuk kami disuguhi mata-mata yang melihat kami berdua. Jadi pusat perhatian itu sesuatu. Apalagi saat menuju pelaminan, tiba-tiba tukang syutingnya menyorot kami, kami kan makin grogi. Setelah itu, kami turun dari pelaminan dan duduk sebentar melepas penat. Subhanallah nikmatnya air aqua dan sepotong kue bertopping meises. Makasih adek-adek pembawa kue tadi.

Lama selang waktu setelah itu kami masih dengan langkah malu-malu menuju tempat prasmanan daaaan makan. Tak lama setelah kami makan, muncullah kedua teman manis kami. Eni dan Kimi. Sayangnya saat melambai-lambai mereka berdua tidak melihatku dan uli. Mereka baru tersadar saat saya berbalik ke tempatnya duduk dan melihatnya lekat-lekat. 


Lama tak bertemu mereka terasa lain yah wajahnya haha. Kami pun berubah menjadi empat. Kalau ada satu lagi klop deh grup power rangers. Cukup lama juga menunggu niji-niji lain datang, banyak kue dan air yang habis dalam masa penantian. Kira-kira pukul 2 lewat barulah ada satu rombongan yang dipimpin lusie yang kemudian bersegera menuju pelaminan. Tapi masi ada grup separo kelompok satu beserta chita yang belum tiba. 

Pukul setengah 3 lewat...
Rombongan satu dan kemudian kimi n eni memutuskan pulang. Saya dan uli pun tanpa langkah malu-malu lagi memutuskan untuk beranjak pulang juga, kami pun tak menunggu rombongan kedua lagi..Gomen. Badan juga sudah sangat lelah dan mata pun mengantuk. 

Di perjalanan pulang sempat pula saya kutip papan ini..


Halaman ASRI TERATUR INDAH NYAMAN (wow saya suka saya suka)

Selain ini saya pun tak lupa mengutip langit indah di maros.. Untuk melihatnya bisa kamu klik ini. Setelah hujan, langitnya jadi cantik.

Hima Rain

Rabu, 15 Agustus 2012

Hima The Explorer, My Lovely Skripsi Arigatou

Bismillah...

Terkadang terdapat kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Banyak artis-artis ibukota kalo lagi dapat award di festival-festival mengatakan seperti itu. Kalo saya saat ini tidak ingin seperti artis, mending mengungkapkannya lewat tulisan. Sudah hampir setahun blog kesayangan hima ini kutimpakan keluh-kesah seputar skripsi. Mulai dari beberapa tulisan Hima the Explorer menyangkut perjalanan-perjalananku dalam menyelesaikan skripsi, pergi ke rumah dosen, belajar ke rumah teman dan sebagainya. Tidak sedikit pula postingan-postingan tidak jelas saat saya sedang bingung dan lelah mengerjakan penelitian ini. 

Dan alhamdulillah, segala puji hanya bagiMu Ya Rabb. Allah telah membukakan jalan untukku hingga 13 Agustus kemarin alhamdulillah saya telah menempuh ujian skripsi dengan sukses. Apakah dirimu bahagia blogku, Hima Rain? Hima Rain ini sudah menemaniku selama perjalanan skripsi ini. Syukran. 

Hum, setelah ini apalagi yang akan kutemui ya? Aha, mungkin waktunya mencari kerja dan melanjutkan usaha, Insya Allah. Semoga apa-apa yang telah kuikhtiarkan selama ini menjadi berkah di bulan Ramadhan nan suci ini. Amiin. Nah, kawan blogger, senang deh kalian sudah mendukung diriku via kotak kecil komentar di bawah postingan-postinganku ini. Terima kasih ya, you're my everything. Hihihi


Hima Rain

Rabu, 01 Agustus 2012

Hima the Explorer: Menuju Gowa feat Ms. R part II (selesai)

Bismillah...

lanjutan kisah Hima the Explorer: Menuju Gowa feat Ms. R part I

Kami pun berdua menaiki bentor setelah menanyakan harga menuju tujuan, karena tidak terlalu mahal saya tidak perlu tawar-menawar dengan si supir bentor. Maka langsunglah kami naik tanpa babibu. Seperti biasa saya selalu merasakan sensasi menaiki bentor. Bunyi mesin yang keras dan gaya ngebut-ngebutan supir bentor bikin saya deg-degan karena takut  terlempar dari bentor.  Ada pula jalanan yang menanjak kemudian di bukit tanjakan bentornya turun melesat dengan cepat dan kami berdua hanya tercekat di dalam bentor. Yaaah seperti biasa saya selalu menghindari rasa cemas di bentor dengan bercerita saja. 
http://www.smileycodes.info

Mulai masuk di jalan tempat tujuan kami, pak supir bentor mulai bertanya-tanya di mana letak alamat tepatnya. Saya yang tidak tau menau lokasi segera menekan nomor pihak yang berwajib. Teman yang pernah mengunjungi rumah dosenku itu. Alhasil setelah menelpon kami makin kesasar. Si pihak berwajib ternyata bingung juga, soalnya dia bepergian pake motor (tidak pernah dengan angkutan umum). Hehehe, dan parahnya juga ternyata pak bentor juga tidak tahu.

Yah, kira-kira 15 menit lebih kami mulai salah jalan dan Ms. R beberapa kali turun dari bentor untuk bertanya alamat ke warga dan hasilnya NIHIL. Maka kuputuskan menelpon saja ke dosennya langsung. Mestinya daritadi saya menelpon ke pemilik rumah langsung tapi saya malu-malu sih soalnya segan baaaangettt.. Tapi masa saya harus pulang dengan kaki kosong (tidak menapakkan kaki di rumah si dosen hehehe). Nah alhamdulillah ternyata rumahnya kudapat. Benar kata si senior yang kutelpon sebelumnya, "rumahnya si dosen tidak mirip rumah, warnanya hijau di depannya ada bambu-bambu yang menutupi rumaah jadi tidak keliatan rumahnya", begitu pemaparan si senior hehehehe. Lucu bahasanya, ternyata memang begitu lo.

Alhamdulillah tibaaaaaa....... Saya lega dan pak bentor langsung bermuka senang. Di sana skripsi saya dibaca dan alhamdulillah katanya saya sudah bisa maju setelah menyelesaikan bab 5 dan sedikit tambahan untuk bab 4. Kami pulang dengan senyum, senyummmm terus sampai sore. Hihihihih

............................................o0o.........................................

Nah, kawan itu pengalamanku pekan lalu, dan kemarin ada kabar bahagia. Skripsiku di acc dan alhamdulillah ujian sekitar tanggal 10 Agustus nanti. Horeeeee \(^0^)/, Saya senaaaanggggg sekaliii. Doakan ya teman!

Hima Rain

eh ada giveaway Airin Handicrabby lagi nih

Rabu, 25 Juli 2012

Hima the Explorer: Menuju Gowa feat Ms. R part I

Bismillah...

Ah, lama tidak blogwalking ke teman-teman blogger. Saya lagi bingung ngeliat beranda blog ini tidak bisa kuview dari laptopku sendiri. Sepertinya IPku bermasalah, soalnya sudah beberapa kali salah password pas login di blogspot. Hihihi, salahku sendiri sih. Kalau mau reply komentar kawan-kawan terpaksa menculik modem adik saya. Ya sudahlah, mending saya bercerita pengalaman. Cekidot.

....................................................o0o....................................................

Senin lalu saya dan Ms. R yang pernah menemaniku berexplorer di BTP kembali berexplorer bersamaku di Gowa. Oh, iya saya juga pernah berxplorer ke Gowa tapi bersama Ninis waktu itu. Kali ini tujuan kami bukan ke Rumah Ms. Nunu (salah satu personel kelompok 1) melainkan mengunjungi rumah dosen pembimbing kami. Kami mau menyerahkan skripsi kami dan sekalian curhat-curhat dikit bareng sensei. 

Kira-kira pukul 10.52 pagi Ms. R menelponku untuk menanyakan apakah saya ingin pergi ke kampus atau tidak. Karena waktu itu sudah agak siang, jadinya saya malas ke kampus lagi. Begitu kataku pada Ms. R. Belum beberapa menit kututup telpon darinya muncul pula sms yang mengajak untuk ke rumah dosen pembimbing yang ingin kami temui. Kebetulan juga kami berdua sama pembimbing, jadi sehati gitu deh. Yah, segeralah saya bersiap-siap menuju ke tempat kami janjian.

Pukul 12, saya baru selesai mandi. Sehingga untuk bersiap-siap dan menyiapkan barang-barang itu sampai 20 menit lamanya. Waktu itu adzan sudah hampir berkumandang jadi kuhubungi saja Ms. R untuk menungguku di Mesjid Telkom atau sering kusebut mesjid terbuka. Setelah sholat saya siap-siap turun ke bawah dan minta izin pergi ke mamaku. Eh mamaku malah suruh bawa sayur dan jalangkote ke rumah dosenku itu. Hihihi, sayurnya harum banget lo, namanya sayur paria kambuh. Kalo orang Makassar pasti tau dan suka sayur ini. Begitu kata mamaku.

Kira-kira pukul 1 baru saya tiba di mesjid tersebut. Kujemputlah Ms. R di mesjid itu dan kami bersama-sama naik pete-pete merah jurusan Gowa. Saat di pete-pete wangi sayur dan jalangkote begitu membahana di pete-pete, hahahaha padahal orang-orang sedang puasa. Hihihi.

Selama perjalanan kami membicarakan nasib skripsi-skripsi kami dan sedikit curhat-curhat hehe. Pas masuk ke perbatasan gowa saya sudah mulai khawatir takut salah jalan. Kutelpon pula senior yang pernah ke rumah dosen ini. Katanya sebelum masuk gerbang gowa kami harus belok kiri. Waduh baru angkotnya itu tidak belok tapi terus. Terpaksa kami mengikuti kata Nunu sebelumnya, kami harus turun di kantor camat dan naik bentor. Sebenarnya saya ingin bertanya ke ibu-ibu di samping kami tapi saya malu-malu sih. Jadinya Ms. R mengatakan ke pak Supir untuk menurunkan kami di kantor camat. Alhamdulillah tibalah kami di kantor camat. Yah, dimulailah perjalanan menaiki bentor.....

bersambung....


Hima Rain

Selasa, 17 Juli 2012

Hima the Explorer: Di Rs Pelamonia

Bismillah...

Kenapa prosedur di rumah sakit itu begitu ribet ya atau hanya perasaanku saja. Ini kali pertama saya pergi ke rumah sakit tanpa didampingi orang tua. Saya yang 22 tahun ini merasa seperti anak kecil. Tapi untungnya ada pegawai mamaku yang mengambilkan kartu berobat sebelumnya sehingga diriku tidak perlu mengantri saat pengambilan kartu.

Pukul 11 saya berangkat sendiri ke rumah sakit pelamonia yang sebenarnya sangat dekat dari rumahku. Awalnya mengambil map berobat yang dititipkan pegawai mamaku tadi di ruang medis. Saya disuruh membayar di kasir. Karena bingung letak kasir di mana, kugunakan instingku. Lucunya saya memutar jauuuuuh sekali baru dapat kasir. Hahaha, ternyata di belokan sebelumnya saya salah belok, mestinya belok ke kiri. Ckckck, insting yang salah. Setelah membayar di kasir baru boleh berobat ke poli mata. Eh, apa memang kita harus membayar dulu yah baru boleh berobat. Hum.... jadi mikir, kasian yang tidak punya uang.

Setelah itu saya beranjak ke ruang poli mata. Eh, tau nggak orang-orang pada ngeliatin diriku saat menuju poli mata #obsesijadiartis. Kucek ujung kaki hingga badan tidak ada yang aneh kok, ah mungkin perasaanku saja. Tiba di sana saya langsung masuk dan menuju ke mbak-mbak suster yang sepertinya seumuran denganku. Awalnya sih melanga-melongo di depan pintu tapi mataku langsung menangkap mbak-mbak tadi, sepertinya dia yang mengurus berkas-berkas. Langsung saja kukasi map berkasku. Terus dia bilang untuk menunggu untuk dipanggil.

Kira-kira 15 menit baru deh namaku dipanggil. Aduuh, bahagia sekali setelah penantian. Langsung saya duduk di samping pak kusir eh maksudku pak dokter yang sedang bekerja. Dia menyuruhku membuka kacamata. Malu sih abis gagang kacamataku terplester kanan-kiri karena patah. Hohoho pasang muka tebal-tebal saja. Terus beliau menyuruhku membaca huruf-huruf yang kayak Una baca di postingan Tesmak-nya itu lo. Sambil mengganti-ganti lensa di kacamata unik yang dipakaikan padaku.

Setelahnya, saya diperiksa menggunakan itu tuh benda yang mirip mikroskop tapi untuk pemeriksaan mata sih. Tau ah saya tidak tau namanya. Pokoknya itulah. Eh, dokternya tanya saya bersaudara berapa dan berapa yang pake kacamata. Hum, memang ada hubungannya yah. Nah, langsung saja deh hasil pemeriksaan mataku menunjukkan mata kanan-kiri ku 3,75. Wow... kok kurang yah, yang kupake sekarang kan -4. Horeee \(^0^)/ minusku turun...

Begitulah.. Hima the explorer hari ini di Rs. Pelamonia berakhir dengan bahagia. Eeeeh diriku lupa mengambil obat di apotek. Ckckckck, ya sudahlah. Sori ya dok, udah jauh sih dari apotek malas balik lagi.


Hima Rain

.................................................o0o.................................................

Saya punya info giveaway nih kawan-kawan. Dari kawan baru nih. Ownernya Mbak Wina Adam dengan blog Karyasukasuka. Hadiahnya itu kurang lebih seperangkat alat-alat untuk crochet loh teman-teman ada juga bukunya.. Pengen wow.. Saya sudah mendaftar, bagaimana dengan dirimu. Jika ada yang tertarik yuk kita jalan-jalan ke blog baru ini sekaligus meramaikan rumah maya Mbak Wina Adam ini. 
Mari mengklik link kedua di bulan Juli blog ini yang berjudul BAGI-BAGI HADIAH
Selamat mencoba.. \(^O^)/

Selasa, 03 Juli 2012

Hima the Explorer feat Ms. R: Lapar dan BTP

Bismillah...

Kemarin saya bertandang ke rumah partnerku untuk menge-print skripsiku yang ternyata lenyap dari atas meja dosen pembimbing saya. Daripada saya harus menge-print di rumah yang belum ditahu nasib printer saya yang kadang baik dan kadang ngambek sampai tidak mengeluarkan tinta sedikitpun, lebih baik saya berangkat menuju rumah si partner sekaligus untuk mengambil hasil nama-nama pemenang giveaway airin. Saya berdua bersama kawan karib saya, Ms. R berangkat dengan mengawali perjalanan kami menaiki pete-pete 07 untuk turun di pintu 2 Unhas. Belum juga keluar dari wilayah unhas perut kami tiba-tiba keroncongan saat melewati kawasan workshop unhas. Di sana begitu banyak penjual makanan sehingga ketika lewat saja langsung mengingatkan bahwa perut kami sedari pagi belum diisi.  Ms. R tiba-tiba mengungkapkan maksudnya untuk turun dan singgah untuk makan sebentar, tapi segera kucegat mengingat kami berdua sedang di pete-pete dan ketika turun maka kami akan membuang-buang ongkos perjalanan saja.

http://www.smileycodes.info

"Janganmi deh, kalo turunki pasti buang-buang ongkos sede, kalo tau daritadi kita jalanmi baru singgahki makan, di rumahna mo ani deh kita beli bakso", begitulah kataku dan kemudian diiyakan olehnya. Melewati workshop maka bergantianlah bangunan yang terlihat, kali ini gedung politeknik, di depannya selalu ada penjual somai yang berjualan. Melihat penjual itu  Ms. R bilang, "Deh, mauku makan somai". Saya hanya manggut-manggut mengiyakan. 

gambar minjem nih
Maka untuk melupakan rasa lapar maka kuajaklah  Ms. R mengobrol sehingga dia tidak lagi membicarakan soal makanan selama di area kampus. Maka perbincangan kami terpaksa berhenti saat kami harus turun di pintu 2, kami harus melanjutkan dengan pete-pete jurusan BTP. Kurang lebih 10 menit kami berdiri. Di belakang kami ada penjual roti, saya sih cuma lirik-lirik soalnya roti bukan pengganjal yang baik untuk perutku yang maag ini. Untunglah pete-pete BTP muncul dan kami tidak menunggu lama untuk langsung naik. 

Tidak kusangka di area BTP ini  Ms. R makin kelihatan lapar, terbukti dari pembicaraannya saat melewati blok B. "Eh, ada penjual es dawet, mauku deh", saya menanggapinya dengan "iya, siapa tau adaji nanti lewat dekat blok J, nanti kita beli". Belum sampai lima 5 menit  Ms. R bergumam kecil sambil melihat diriku, "gang, es dawet, enaknya kaue", kali ini saya geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum geli dan berkata, "baa, kalo ada nanti di sana sempat lewatki kita beli". Memasuki kawasan BTP berarti akan melalui banyaaaak sekali penjual makanan. Di area ini, kita seperti dimanjakan dengan berbagai penjual makanan. Rasa lapar yang sedari tadi sempat menghilang bisa muncul kembali. Untunglah percakapan singkat itu berakhir saat kami tiba di blok H. Dari blok H kami harus jalan lagi menuju blok J. 

aku pinjam ya gambarnya
Rute kami yaitu, harus jalan lurus dan kemudian belok kanan melewati mesjid. Saat hendak belok sepertinya banyak keramaian ternyata eh ternyata ada kondangan, maka batallah kami melewati jalan itu. No access. Terpaksa kami terus, saya sebenarnya tidak pernah melewati jalan terus itu, tapi saya pernah diberitahu ani kalau kami bisa jalan terus dan melewati belokan kedua. Rasa sok tahu pun menjalari diriku. Dengan langkah percaya diri membawa anak orang melewati jalanan-jalanan kecil yang membingungkan. Patokanku adalah tower mesjid yang biasa kulewati. Sehingga saya tetap tau arah meskipun sebenarnya kami sedikit salah jalan. Setelah melewati lika-liku belokan akhirnya kami menemukan jalan yang familiar yang biasa kami jalani. Mulai dari sana tidak ada keraguan lagi. Kami tiba di rumah si partner, ani, dengan mantap dan Alhamdulillah kami diberi makan oleh ani. ARIGATOU ANI-CHAN. Lapar pun hilang, dan ternyata  Ms. R makan dengan lahap banget, 3 kali nambah ui. Hehehe. Setelah cupir, kami bercerita panjang kali lebar hingga pukul 5 lewat seperti kawan lama yang tidak bertemu dalam waktu yang sangat lama. 



Oh, iya ani pun memberitahuku siapa-siapa nama pemenang yang dipilihnya, sengaja saya tidak bertindak sebagai juri dalam perhelatan giveaway airin ini, saya takutnya nanti jadi subjektif nah loooo. Hahahaha soalnya mau kumenangkan semua tapi hadiahnya cuma berapa kan. Yang mengundi nama-nama pun ani lo. Terima kasih ya ani chan.... nah ini dia pengumuman pemenangnya, cek di sini

Itulah sedikit cerita Hima the Explorer kemarin. Oh, iya hima pun pernah berexplorer juga feat Ninis, ceritanya bisa kamu lihat di sini.

Hima Rain

Rabu, 25 Januari 2012

Hima The Explorer feat. Ninis


Waktu hari kamis pekan lalu saya akhirnya keluar rumah lagi. Pergi ke kampus untuk bertemu dengan Kak Ros alias Miss Nhinis untuk memberi paketnya. Sekitar pukul 11 saya bertandang ke luar rumah, naik becak kemudian dilanjutkan dengan pete-pete *baca angkot. Sekitar setengah jam di pete-pete sampailah saya di kampus tercinta. Aroma pepohonan yang familiar itu dan betapa sejuknya pete-pete saat memasuki lahan kampus merah. Padahal lebih cocok kalo disebut kampus hijau. Pohonnya itu banyak sekali lo. Senang sekali kembali menghirup udara kampus. 


Sengaja saya turun di depan fakultas ekonomi agar lebih cepat tiba di fakultas sastra. Sekedar info jalan tercepat menuju fakultas sastra adalah dengan menelusuri jalan di fak. ekonomi. Terus-terussss aja pasti langsung memasuki area sastra. Itulah mengapa kami anak sastra dan ekonomi seperti satu fakultas saja. Hehe. Tiba di area sastra saya tidak langsung ke tujuan yaitu perpustakaan. Saya menunggu Miss Nhinis di depan tangga menuju perpustakaan. Tiba-tiba dari bawah ada yang berteriak, "oi sudah setengah dua belasmi.". Teriakannya yang keras itu membuatku sadar bahwa sudah pukul setengah 12. Dan itu tandanya perpustakaan tutup istirahat. Yah tidak jadi hunting buku. Saya berterima kasih kepada si peneriak, walaupun bukan ditujukan padaku tapi bermanfaat juga jadi penanda waktu. 

Ide untuk keluar kampus pun tertangkap otakku. Padahal baru 10 menit saya di kampus saya sudah berpikir untuk keluar lagi. Ah, saya merasa tidak konsisten. 5 menit pun berlalu, setelah mutar-mutar beberapa kali di tempat dan berulang kali melihat layar handphone akhirnya yang ditunggu hadir juga. Dari kejauhan kulihat dia dengan setelan ungu atau pink? Ah saya sedikit amnesia. Lupakanlah nanti orangnya akan konfirmasi sendiri. Kami pun hadap-berhadapan saling melepas rindu setelah tidak lama berjumpa. Kuumumkanlah padanya bahwa perpus sudah tutup dan kukeluarkanlah ide yang sempat muncul tadi. Ternyata ninis setuju. Sebenarnya ide ini telah keluar sejak di rumah tadi. Nah lo yang mana yang benar. Lupakanlah toh saya sedikit amnesia. Kalian baca aja sampai habis. hehe

Sebelum kami berangkat hunting buku di luar ninis mengajakku untuk ke jurusan, katanya dia ingin meminta tanda tangan dosen. Saya yang tidak berani masuk jurusan hanya menunggu di luar setelah sebelumnya terjadi adegan tarik-menarik di antara kami berdua, ah seperti film india saja. Saya seperti buronan aja. Iya saya memang buronan, buronan skripsi. Semoga skripsi ini bisa cepat jadi dan saya bisa keluar dari penjara. Huhuhu. Dan ternyata tidak ada dosen yang dicari ninis. Yah kami pun memutuskan pergi tapi karena adzan akan berkumandang, kami putuskan untuk ke mushollah dulu. 

Di mushollah ternyata saya bertemu teman lama. Dan lagi si teman membawa kabar baik bahwa akan ujian meja besoknya. Ahhh iriiii. Pengen juga. Selesai sholat kami pun meninggalkan mushollah dan berjalan lagi. Ide hunting kantin kami hampir terlupakan. Dimulailah petualangan kami menelusuri daerah teknik. Saya mencari kantin fkm. Kantin yang dulu pernah kudatangi. Masuk ke area teknik kami masuk ke area mipa kemudian tembus ke pertanian. Mutar dulu agak lama di pertanian.Mutar..mutar..mutar.. masih mutar nih kawan tunggu dulu. Eh ternyata eh ternyata kami nemu kantin yang belum kami ketahui namanya. Tidak ingin mutar lagi kami pun masuk, menengak-nengok cari kursi. Kuikuti ninis, dia mencari tempat yang banyak cahayanya. Hehehe. Tiba di meja kami langsung diberondong sama ibu-ibu penjual. Yah gak bisa kemana-mana deh. Nda tega sih ma si ibu-ibu itu. Dengan terpaksa saya memilih ikut menu yang ninis pilih, gado-gado. Hehehehe... Gado-ado pun datang, alamak banyak sekali porsinya. Sepertinya saya tidak akan habis. Dan memang tidak habis. Kenyang pun melanda perut. Alhamdulillah. Kami yang kenyang bergegas keluar dan mutar lagi mencari jalan keluar. 

Mutar lagi..mutar lagi. Tembuslah kami ke daerah kedokteran gigi. Ninis yang ingin sekali ke area kedokteran riang-riang gemes tidak jelas di sampingku. Beh, ini anak sudah lulus tidak pernah jalan-jalan ke fakultas lain. Mutar ke fakultas kedok gigi masuklah kami ke lahan parkir kedokteran. Mencoba bersikap dan berjalan layaknya mahasiswi kedokteran. Nah loooo gaya anak kedokteran yang kayak gimana sih.. Hahahaha. *tanya ninis.

Keluarlah kami dari gerbang fak. kedokteran. Dari jauh pete-pete sudah menunggu kami. Pergilah kami ke tujuan awal, hunting buku di toko buku lama. Di sana bukunya murah-murah dan lengkap lagi. Kudapatkan buku yang kucari-cari itu. Senangnya. Adventure kami hari itu diakhiri dengan belanja keperluan wanita dan minum jus alpukat. Wah hari yang panjang, melelahkan dan panas sekali hari itu. Matahari sepertinya bahagia melihatku keluar rumah sehingga ikut keluar juga. Kututup dengan ucapan terima kasih pada ninis. Makasi akak Ros.... 

Hima-Rain

Sabtu, 07 Mei 2011

Hima the Explorer: Perjalanan Menuju Gowa Part II (episode Mesjid Terbuka)

Assalamualaikum Warahmatullah wahai kawan blogger yang masih setia singgah di blog biasa ini. Sebagai pemilik blog ini, berterima kasih banget masih membaca tulisan-tulisan dan curhatan-curhatanku yang terkadang aneh namun tetap juga tidak ajaib ini.


Saya akan mulai menulis lanjutan ceritaku tempo hari lalu. Cerita saat diriku iseng-iseng ingin pergi ke Gowa buat refreshing dikit. Saat itu saya bersama Ms. Ninis, (red: teman yang cukup terobsesi denganku, ikut bersamaku). Untuk lebih jelasnya mengapa saya mengajak nona yang satu ini silakan baca part I

--------------------------------------------------------------
Takjub....
Kata pertama yang terbersit di hatiku sesaat ketika melihat masjid ini pertama kalinya. Kalian tahu pemirsa, saya baru tahu bahwa ada masjid di samping gedung telkom ini... Padahal saya sering banget lewat depan telkom..ckckck.. ini mata sudah empat lagi.. Keterlaluan.. Memang naluri ke-makassar-anku sudah mulai rusak.

Ah, sudahlah terlalu panjang kekaguman saya. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 15.30 lewat. Adzan telah berlalu beberapa menit lalu. Yang pertama kali kulihat saat melangkahkan kaki di halaman mesjid itu adalah parkiran dan seorang lelaki yang langsung melihat kami memasuki gerbang. Entah karena pakaianku yang mungkin salah warna atau saya yang terlalu kege-eran.. hihihihi.

Mataku pun berusaha menolah-noleh kesana kemari mencari pertanda "terbuka" yang dibilang oleh Ninis. Hum, tidak jua kutemukan. Langkahku kembali kulanjutkan, mengikuti langkah ninis yang langsung belok kiri menuju ke belakang mesjid. Sambil berjalan kami berdua ngobrol soal mesjid ini dan juga soal tangga. Mana tangga turunnya? hum ini kritikan pertama yang keluar dari mulutku. Ternyata pemirsa, tangganya nda keliatan akibat pergeseran lempeng selatan dan timur, hehe, tangganya nda keliatan akibat salah arsitektur menurutku. hahahaha.

Okke, sudah cukup hina-menghinanya.
Beberapa menit berjalan....
Tiba di bagian belakang mesjid, saya pun mulai memperhatikan setiap lekuk sudut mesjid ini terutama pintu masuk. "Batas Alas Kaki". Ini yang pertama kali kuliat ketika ingin masuk. Dengan patuh akupun menurut pada tulisan yang dicetak di atas kertas yang berukuran kira-kira quarto itu dengan melepas alas kaki sejengkal ke belakang dari kertas tersebut.

Masih tetap sebagai pengikut Ninis, kuikuti langkahnya dari belakang. Aw, aku takut tersesat. Wajarlah, new comer. Takut salah masuk, entar malu lagi. Saya pun mengikuti Ninis memasuki sebuah ruangan yang ternyata adalah tempat wudhu wanita plus WC (baca: dabelyusi :D). Ah, akupun terkejut (pake 'aku' meka ine), saya sempat syok sedikit tetapi karena ternyata ada wanita lain di t4 wudhu saya terpaksa menjaga emosi dan tetap menstabilkan image. hehe

Mau tau pemirsa mengapa saya syok??? Tenang..tenang, cerita ini tak akan bersambung lagi. Sudah cukup surat-surat dari fans saya yang protes karena artikel bersambung ini. >.<

Terbuka.... Betul-betul terbukaaaa. Ini yang dimaksudkan oleh Ninis dengan "terbuka". T4 wudhu wanita yang notabene seharusnya tertutup karena mengingat wanita yang semestinya dan seharusnya dijaga hijabnya malah terbukaaaa, kawan. Aaaaaaaaaaaaaaa. Pintu ruangan ini hanya terbuat dari besi yang bentuknya seperti kerangkeng. Bukan masalah kerangkengnya. Masalahnya ini aduh... terbuka banget. Sebenarnya hal ini tidak terlalu merumitkan buatku pemirsa, namun ada hal yang lebih men-syok-kan buatku. Pintu WCnya juga terbukaaaaa.... Emang ada desain pintu kayak begitu??? Lubang di atas, tertutup di bawah. Mudah banget orang lain menengok dari atas gitu deh.. CKCKCKCK... CKCKCKCK. CKCKCKCK. sekali lagi. CKCKCKCKCKCK. Semoga Allah menyadarkan arsiteknya.

Okke kawan tak apa, mari kita melanjutkan ke tahap selanjutnya.. Masih bisa bertahan pemirsa?? Saya sudah sangat ingin mengeluarkan air mata... saking perihnya cobaan ini..cieee :D

Setelah selesai wudhu...
Kami pun memasuki area sholat. Kalau area ini saya cukup terkagum-kagum. Betul kata Ninis, sejuk banget. Mataku pun berulang kali menikmati arsitektur bangunan ini dengan kembali merasakan takjub. Subhanallah Indahnya. Namun, belum sedetik rasa kekagumanku muncul, saya langsung syok kembali. Tapi syok kali ini agak Nano-nano rasanya karena nambah rasa coklat.. eh, maksudnya nambah rasa kesal. Bagaimana tidak??? Ada dua penghuni yang kurasa salah tempat menduduki lahan yang seharusnya tidak layak mereka tempati. Bukan setan atau makhluk halus, kawan. Tetapi makhluk yang namanya laki-laki. Saya kaget bukan kepalang. Bukan karena saya tidak pernah melihat laki-laki tetapi karena melihat laki-laki yang tidak bisa menempatkan diri. Sudah jelas dan nyata area tersebut telah dibatasi oleh sebuah hijab (walaupun hijabnya nda nutup-nutupin amat sih) antara batas wanita dan pria. Hum, orang ini sepertinya nda paham, saya jadi risih sendiri.

Dengan sedikit risih sayapun memutuskan untuk sholat. Tetap khusyuk kawan, walaupun ada gangguan. Selesailah sholat saya. Saya merasa ingin segera meninggalkan mesjid itu. Namun melihat kawan di samping saya ini sedikit capek, saya pun putuskan untuk tinggal beberapa menit sambil ngobrol soal dua lelaki tadi yang ternyata telah bertambah menjadi 3. Waduh, cepat amat Mas membelah diri.

Kulipat mukenaku dan kumasukkan dalam tas dan berdiri menunggu Ninis yang juga sedikit merapikan jilbabnya itu. Karena agak risih, sayapun mempercepat langkah menuju pintu keluar. Sesaat saya bingung, pintu masuk tempat saya taro sepatu tadi di mana yah? Karena bingung tak tertahankan, entah karena dorongan syaitan atau apa. Saya berjalan lurus ke arah 3 orang mas-mas tadi. Aku pikir pintu keluar itu di belakang mereka. Melihatku ingin berjalan lurus ke arah 3 orang pemuda tadi, salah seorang dari mereka langsung sontak mengucapkan sebuah kata yang langsung membuatku tergetar dan nyaris berlari. "Astagfirullah", mendengar kata maha dahsyat ini, naluri kesadaranku langsung muncul. Sepertinya salah seorang dari mereka kaget melihatku yang berjalan ke arah mereka. Aduh, aku salah jalan nih. Aduh, hampir saja aku lewati mereka bertiga. Aduh, hampir saja saya menerobos sembarangan. Aduhhhh.... MALUNYAAAA.....

Untung Ninis mendorongku menuju ke jalan yang benar. Masih sedikit kaget dan malu. Saya dan Ninis pun segera meninggalkan tempat itu sambil bercekikikan ria akibat perbuatan konyolku barusan. Aduh, tengsin berat. Nda mau lagi saya ke sana.

Kejadian memalukan itupun berusaha aku lupakan dengan sedikit refresh dan minum es kelapa muda di depan mesjid.. Aaahhhh, leganya. Sekitar pukul 4 lewat -sebenarnya nyaris setengah lima- kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Gowa. Naik pete-pete merah menuju Sungguminasa. Kami tiba di rumah Nunu hampir pukul 18.00, untung saja Nunu memberikan kami jamuan yang cukup enak. Makasih ya Nu. Sebenarnya perjalanan ini cukup menarik, namun endingnya kami dikejutkan oleh info dari Ninis bahwa Ibunya mau datang ke pondokan. Wow, Kami terkaget-kaget dan segera memutuskan untuk pulang. Kaburrrrr

Wah.... hari itu saya dipenuhi dengan berbagai kejutan-kejutan yang betul-betul membuatku terkejut-kejut. Pesan untuk Ninis: Jangan suka menyukai hal-hal yang terbuka Nis.. Nanti saya yang jantungan :(

Kamis, 28 April 2011

Hima the Explorer: Perjalanan Menuju Gowa Part I

Assalamualaikum Kawan Blogger... What's your name??? My name is Khan... hehehe.
Saya mau cerita sedikit nih tentang pengalaman saya kemarin bersama salah seorang teman 'kelompok 1' Ninis. Awalnya saya ingin menuliskannya di facelim. Tetapi karena mengingat cerita ini tidak hanya berakhir singkat saja, jadi kuputuskan menuliskannya di blog ini.. Selamat membaca...

27 April 2011,
Hari ini cukup panas, saya tiba di kampus sekitar pukul 10.30 pagi. Dalam langkah Malu-malu, datang ke kampus pagi itu...hehehe (copas puisi dikit nih). Saya melangkahkan kaki masuk ke ruangan dosen dan segera berhadap-hadapan dengan Imelda sensei (Dosenku di sastra Jepang). Dengan tujuan mulia yaitu tercapainya peng-acc-an proposal skripsiku.

Saya mengucapkan sepatah hingga lima patah kata dan sensei pun membalas dengan berbagai kata yang membuatku cukup kecewa kala itu. Sensei lupa membawa proposalku. Hup, sudahlah dengan bias kekecawaan di wajah, saya pun meninggalkan Ruang Jurusan yang saat itu sedang dikuasai oleh teman-teman sastra Jepang 2008.. Hoshi Klan.

Masih dalam langkah malu-malu, kupun memutuskan memutar haluan ke Mushollah Mipa, saya ingin ikut Tahsinul Qira'ah. Tiba di lokasi. Cek per cek, ternyata Mudarritsah saya memindahkan tempat tahsin di Musholla MPM.. Koridor Teknik... Aaah,, dengan langkah keong, saya pun menghembuskan nafas... Panjaaangggg... Hummm, biarlah. Bukankah melangkahkan kaki ke majelis adalah hal yang luar biasa baiknya. Perbaiki niat.. hup... Jalan lagi..

Saya pun tiba lagi di tempat kedua. Kepala yang sedari tadi berkeringat berlebihan ini pun menengok ke kanan-kiri mencari sosok-sosok yang baru kukenali beberapa pekan yang lalu (Soalnya saya orang baru dalam halaqah dan baru kenal ma teman-teman se-liqo saya itu). Kudapatkan mereka sedang duduk melingkar di sudut kanan Mushollah. Kakak Mudarritsah melihatku sambil tersenyum dan mempersilahkanku duduk di sampingnya. Setelah duduk, saya mendapati teman-teman yang ternyata sedang UJIAN tahsin... Waduh, saya belum belajar.. Yaahhh,, untuk open book.. hup.

Nah, kawan, sepertinya intronya terlalu panjang. Sebenarnya inti dari cerita yang ingin kusampaikan itu terjadi sekitar pukul setengah 3. Namun, saya ingin menyampaikan kabar gembira terlebih dahulu kawan, saya berhasil mendapatkan rapor yang selama ini kucari-cari. Alhamdulillah. Bapak pemegang rapor di fakultas itu sungguh baik. Makasih Pak.. (kan kukenang jasa-jasamu)

14.30
Setelah kurang lebih menunggu selama setengah jam, dan ternyata Pak Ilo, sang pembuat surat-surat di jurusanku tidak kunjung terlihat. Saya dan Ninis pun berencana meninggalkan tempat. Hampir lupa dengan rencanaku yang ingin ke rumah Nunu pun teringat kala itu. Iseng kuajak Ninis. Siapa tahu saja dia bosan di rumah. Dia mengiyakan.. Wah, saya punya teman jalan.

Kami naik pete-pete 07 selama sejam kalo tidak salah. Mendengar adzan berkumandang, Ninis mengajakku untuk sholat di mesjid di samping telkom. Kata Ninis, dia rindu mesjid itu karena terbuka. Nah ini kata terbuka yang pertama kudengar..

Saya sempat penasaran dengan kata terbuka yang disandingkan dengan kata mesjid tersebut. Saya pun menyetujui karena sudah adzan juga kan...... Tiba di sana ternyata.....

bersambung .....