TUTORIAL

Tampilkan postingan dengan label little story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label little story. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Desember 2015

Nasi Kare Ala Hima

Bismillah...

Setelah beberapa kali mencoba, ini termasuk yang cukup berhasil hehe nasi kare buatan Hima. Karena kebanyakan nonton program masak-masak jadinya begini. Kata chefnya kalau mau membuat rasa karenya lebih enak, saat menumis bawang bombay di awal usahakan tumis lebih lama hingga layu dan transparan serta mengeluarkan karamel alami dari bawang itu sendiri. Mari dicoba~



Hima Rain

Senin, 07 Oktober 2013

Kekkon Omedetou Gozaimasu

Bismillah...

Barakallahu laka wabaraka 'alaika wajama'a bainakumaa fii khair 

Semoga Allah memberikan berkah untukmu dan memberikan berkah atasmu serta menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.       



ご結婚おめでとうございます。
Ani & Ulla
06.09.2013

Hima Rain 

Rabu, 10 Juli 2013

Masih Awal (Kuncup) ~bag.1

Bismillah...


Memang mirip dengan kisah Koko ni Iru yo. Seorang gadis yang pendiam dan tidak ingin bergabung dengan komunitas kelasnya. Saat kelas ribut dengan suara tawa murid, saling ganggu, lari-lari atau bergosip dia hanya duduk sendiri dan diam. Sesekali matanya melirik ke teman-teman yang paling heboh. Duduk nyaris di belakang membuat dirinya pun nyaris tak terlihat. 

Wajah yang hanya selalu dilapisi bedak bayi tipis, kulit sawo matang, rambut terurai panjang namun sedikit kusut. Penampilannya yang biasa itu tidak terlalu membuatnya menonjol di kelas. Dia bersuara saat diabsen atau ditanya oleh guru, itupun dengan suara kecil yang hanya teman yang duduk di depannya saja yang mendengar. Ibu gurunya sepertinya tidak terlalu peduli. Yah, si ibu guru hanya memikirkan biaya spp atau buku lks murid yang belum dibayar lunas oleh murid-murid. 

Si anak pendiam, julukan baru baginya saat menginjak bangku kelas 3 SD. Saat istirahat siang, si anak hanya keluar di depan kelas, ia tidak pernah sekalipun jajan. Uang Rp 250 miliknya hanya ia simpan dan tidak dibelanjakannya. Tempat favoritnya adalah koridor depan kelas yang sepi. Setiap hari si anak berdiri di sana sambil menelungkupkan kedua tangan dan pandangannya mengarah ke seluruh area yang bisa dijangkau matanya. Area lapangan sekolah, gedung sekolah, ataupun gedung Jiwasraya yang berdiri di samping sekolahnya. Namun ia lebih sering mengamati sebuah gedung yang terdapat di depan kelasnya. Gedung itu tampak kosong seperti tidak ada penghuni. Namun sebenarnya, di gedung itu tinggal seorang bapak sekitar umur 40-an bersama dengan seekor monyet. Yang setiap hari diliat si anak adalah monyet itu. Si anak tidak pernah menceritakan kepada teman-temannya mengenai gedung dan si monyet. Anak ini selalu bertanya-tanya, apakah si pemilik gedung adalah Grup Topeng Monyet. Entahlah dia hanya bertanya di dalam pikirannya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. 

Terkadang pula visio matanya menatap lurus jauh di depan. Terkadang saat mentari pagi muncul di ufuk timur, seberkas bayangan gunung terlihat olehnya. Tower masjid yang tinggi pun selalu diperhatikannya. Saat cuaca cerah tower itu terlihat jelas dan berdiri kokoh. Dan saat hujan deras pun masih dilihatnya tower itu walaupun samar-samar. Ia tau tower yang tiap hari dilihatnya itu adalah tower mesjid yang bernama Al- Markaz Islami, mesjid terbesar di kotanya. Sekalipun tak pernah dilihatnya secara langsung. Keinginannya cuma termaktub di dalam pikiran saja. Satu hal yang dia lakukan untuk menuntaskan keinginannya adalah mengkhayalkannya saja.

Semua yang dilihatnya itu menemani dirinya yang kosong. Kosong akan pertemanan. Pribadi yang hanya  selalu mengamati. Itulah pribadi dirinya. Terkadang pun ia mengamati teman-temannya. Itupun bisakah disebut teman? 

Bagaimana dirinya di masa depan? Cobalah menebak! 


Hima Rain